klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Cuma 2 Hari Pasien Covid-19 di Jatim Tembus 700, Tim Satgas Soroti Kabupaten Jember

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Anggota Tim Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril
Anggota Tim Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kasus covid-19 di Jatim dalam dua hari terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni melebihi 700 kasus. 

[irp]

Anggota Tim Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril menyebutkan, kasus tersebut rata-rata adalah hasil tracing kontak erat dari kluster yang muncul saat libur panjang kemarin.

"Sepertinya kasus baru rentetan dari libur panjang ini juga bertambah terus menerus sampai sekarang. Di sisi lain mulai muncul namanya pandemic fatigue, masyarakat sudah 9 bulan bertahan dalam pandemi dan beberapa kali lengah terdahap protokol kesehatan," ujar dr Jibril kepada Klikjatim.com, Kamis (10/12/2020) malam.

Menurutnya, untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, kapasitas 3T di Jatim mulai di tingkatkan kembali untuk menemukan kasus-kasus dari tracing kasus yang ada.

"Jumlah tes seminggu terakhir mencapai 944 test/1 juta penduduk/minggu, kapasitas ini mendekati standar WHO yakni 1000 test/1 juta penduduk/minggu. Penambahan kapasitas Rumah Sakit juga ditingkatkan, seperti pendirian RS Darurat Lapangan di Ijen Boulevard Malang dengan target kapasitas 300 bed," paparnya.

Ia menjelaskan, dalam dua pekan terakhir kluster keluarga yang paling mendominasi dengan jumlah kasus sebanyak 753 orang dalam 243 keluarga, disusul 40 orang dari 7 kluster perusahaan, 51 orang dari 5 kluster perkantoran dan 28 orang dari kluster nakes dari 8 fasilitas kesehatan.

Menurutnya, hal ini menunjukkan penyebaran covid-19 dari ruang-ruang indoor sangat tinggi dalam 2 pekan terakhir. "Memang dalam ruang indoor lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dan ventilasi buruk, apabila ada satu kasus saja potensi tertular bisa sampai 90 persen," katanya.

Sementara itu, salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah Kabupaten Jember. Pasalnya, selama dua minggu berturut-turut masuk dalam zona merah dengan kasus aktif 587.

"Hal ini terjadi karena tambahan kasus di Jember sangat banyak. Zona merah yang lainnya seperti Lumajang, Banyuwangi, Situbondo kenaikan kasusnya sudah tidak setinggi minggu sebelumnya," jelasnya.

Sehingga, lanjut Jibril, kenaikan ini harapannya menjadi warning bagi masyarakat Jatim bahwa pandemi covid-19 belum usai.

"Ketika muncul euforia sejenak libur panjang dan makin banyaknya kegiatan indoor yang lengah protokol kesehatan, maka kasus covid-19 akan lebih mudah menjangkiti rekan kerja, teman dekat bahkan ibu dan orang tua kita," pungkasnya. (mkr)