KLIKJATIM.Com | Jember - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Jember ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Senin (7/12/2020). Korban diketahui adalah Buni (35) warga Dusum Siraan, Desa Tisnogambar Kecamatan Bangsalsari, Jember ini diduga menjadi korban pembunuhan.
[irp]
Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya sekitar pukul 19.30. Saat ditemukan, terdapat sejumlah bekas luka sayat di sekujur tubuhnya. Temuan itu disampaikan anak korban ke tetangga dan diteruskan ke polisi. Polisi yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah TKP srrta meminta keterangan sejumlah saksi.
Menurut Bukadi, saksi sekaligus paman korban, sebelumnya Buni sempat terlibat pertengkaran mulut dengan suaminya. Setelah kejadian cekcok mulut sore hari, korban tidak diketahui lagi. Sementara itu, suami korban masih belum diketahui keberadaannya.
Diduga Buni menjadi korban pembunuhan suaminya. "Karena dari keterangan keluarga korban, pasangan suami istri itu sering cekcok dan korban selalu menjadi sasaran kemarahan suaminya," jelas Bukadi.
Dikatakan, saat itu kondisi rumah sedang sepi. Anak semata wayang korban sebelumnya berada di rumah kakek neneknya, yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban. “Kemudian pulang ke rumah, dan rumah sepi, juga terkunci dari luar. Tidak biasanya seperti itu,” katanya.
Kemudian karena curiga, bahkan beberapa kali dipanggil penghuni rumah tidak ada jawaban. Akhirnya pintu rumah bagian depan didobrak.
Saat itulah didapati korban sudah meninggal di dalam kamarnya, dan tergeletak di lantai dengan kondisi bersimbah darah.
“Yang tahu anaknya, karena memanggil-manggil ibunya. Ternyata keponakan saya sudah meninggal di dalam kamarnya, posisinya terlentang di lantai,” ujar Bukadi.
Menurutnya, korban orangnya pendiam dan diketahui selalu menjadi sasaran kemarahan suaminya.
“Suaminya dicari juga tidak ada, dan keponakan saya ini pendiam. Kalau ada masalah tidak pernah bilang apa-apa. Tapi setahu saya selalu tengkar dengan suaminya,” jelasnya.
Selanjutnya sejumlah warga melapor ke Mapolsek Bangsalsari, dan berkoordinasi dengan Mapolres Jember untuk mengirimkan Tim Inafis ke lokasi kejadian.
Polisi pun langsung melakukan visum luar dan olah TKP. Saat ditemukan, disekujur tubuh korban ditemukan banyak luka sayatan benda tajam dan juga luka lebam.
“Masih dilakukan penyelidikan, tapi ditemukan sejumlah luka sayatan, pada bagian belakang telinga, dan leher. Juga ada luka lebam, pada bagian kaki dan tangan,” kata Kanit Pidum Polres Jember Aipda Dadang saat dikonfirmasi terpisah.
Polisi menyatakan bahwa korban merupakan korban tindak pidana pembunuhan, dan polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dan juga keterangan saksi.
“Termasuk juga saat ini, kami sedang lidik, mencari keberadaan suami korban. Untuk nantinya dimintai keterangan sebagai saksi,” pungkas Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember. (hen)
Editor : Abdus Syukur
Gresik Merdeka Carnival 2026 Semarak, 71 Barisan dan 24 Mobil Hias Meriahkan Perayaan HUT ke-81 RI
Gresik Merdeka Carnival 2026 Semarak, 71 Barisan dan 24 Mobil Hias Meriahkan Perayaan HUT ke-81 RI.…
Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, Pelindo Pastikan Aktivitas Pelabuhan Trisakti Tetap Normal
KLIKJATIM.Com | Banjarmasin – Kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarmasin dan sejumlah wilayah di sekitarnya menjadi perhatian PT Pelabuhan Indonesia (…
Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Penyidikan kasus kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, kini mulai mengarah…
Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
KLIKJATIM.Com | Bone – Upaya memperkuat produksi tebu nasional terus dipacu oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara…
Kuasa Hukum Eks Kadisdik Sampang Ajukan Justice Collaborator
KLIKJATIM.Com | Sampang - Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2024 pada…
Dari Pengakuan Korban, Polisi Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Rubaru Sumenep
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya mencari perlindungan menjadi pintu awal terungkapnya dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 17 tahun di Kecam…