KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Puluhan burung hantu di lepas di areal persawahan Kecamatan Kedewan. Selain ditujukan pembasmi hama tikus, burung hantu diharapkan juga bisa menjaga ekosistem alam.
[irp]
Ada 60 burung hantu yang dilepas langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawanah bersama Camat Kedewan dan Dinas Pertanian di Desa Hargomulyo. Adanya burung hantu itu juga bisa menjadi pengganti jebakan listrik yang selama masih marak dipasang petani mengusir hama tikus.
"60 burung hantu dilepas di beberapa titik lahan pertanian," kata Camat Kedewan, Adrian.
Adrian mengatakan, ide ini lahir atas dasar pengalaman petani di lapangan yang sering kewalahan menghadapi serangan hama yang menjadi penyebab gagal panen.
Menurutnya, ide ini didapatnya setelah melakukan study banding ke Kebupaten demak yang lebih dulu menggunakan burung hantu sebagai penjaga di areal pertanian.
"Ada juga satu rumah penangkaran. Jika ini berhasil, kedepan rencana akan diperbanyak," ujar Adrian.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah meminta agar Dinas Pertanian setempat segera membuat regulasinya. Anna mengatakan ke depan harus dibuatkan payung hukum agar bisa diterapkan dan dikembangkan di wilayah lain.
"Terobosan ini semata-mata dilakukan bukan hanya untuk membasmi hama, namun tujuan utamanya adalah sebagai penyeimbang ekosistem. Cara baru merawat dan menjaga alam, dengan cara yang alami untuk kesejahteraan masyarakat," pungkas bupati perempuan tersebut. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah