klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bank Tani di Banyuwangi Diharapkan Permudah Kebutuhan Petani

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Abdullah Azwar Anas meresmikan secara langsung bank tani yang terletak di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi
Bupati Abdullah Azwar Anas meresmikan secara langsung bank tani yang terletak di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap beroperasinya Bank Tani bisa membawa kemudahan bagi petani di Banyuwangi. Para petani bisa melakukan kegiatan simpan pinjam, kredit produk pertanian seperti bibit, alat dan pupuk.

[irp]Hal itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas saat meresmikan Bank Tani yang terletak di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Dijelaskan, bank tani yang dikembangkan di Desa Bulusari tersebut memiliki konsep agribisnis pertanian. Di mana bank tani melayani simpan pinjam produk pertanian hingga pemberdayaan petani desa setempat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Simpan pinjam yang dilakukan di bank tani ini nantinya bukan simpan pinjam uang sebagaimana bank pada umumnya. Tapi bank tani memberikan pinjaman berupa produk yang menjadi kebutuhan pertanian seperti pupuk, bibit hingga alat-alat pertanian seperti sprayer, traktor dan sebagainya,” jelas bupati.

Kepala Desa Bulusari Mukhlis menjelaskan bahwa selama ini desa ini tidak memiliki pasar sebagai tempat bertransaksi warga menjual dan membeli hasil bumi. Imbasnya, banyak hasil panen warga tidak terdistribusikan dengan baik, dan seringkali dimanfaatkan oleh tengkulak.

"Pemdes melalui Bumdes akhirnya bergerak mendirikan Bank Tani. Bank ini akan memberikan pinjaman kepada warga sesuai yang dibutuhkan. Selain itu, juga siap menampung hasil panen warga sesuai harga pasar," kata Mukhlis.

Ditambahkan Eko Mulyanto Kasi Pemberdayaan dan Kesra Kecamatan kalipuro yang juga pencetus Bank Tani bahwa bank tani nantinya juga tidak akan sekedar memberikan pinjaman saja tapi juga memberikan arahan dan pendampingan budidaya tanaman pertanian yang baik dan benar bagi petani. 

Lebih uniknya lagi, saat pengembalian, petani juga membayarnya dengan produk pertanian. “Jadi untuk membayar pinjaman tadi, petani juga membayar dengan produk pertanian jadi bisa diistilahkan barter. Bisa dengan padi, kelapa atau bahkan sayur mayur. Atau kalau punya ternak ayam, bisa juga membayar dengan ayam,” terang Eko.

"Bank tani juga mengembangkan lahan pertanian. Selain sebagai pemasukan, juga untuk memberdayakan petani yang tidak memiliki tanah. Saat ini lahan yang siap diolah merupakan tanah kas desa seluas 3,7 hektar," timpal Eko. (hen)

Editor :