klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sudah Tiga Bulan, Sejumlah Desa di Duduksampeyan Dilanda Kekeringan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Warga berebut air bersih dari bantuan Polantas Polres Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Warga berebut air bersih dari bantuan Polantas Polres Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com ǀ Gresik – Hingga kini kekeringan masih melanda sejumlah desa di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Salah satunya di Kecamatan Duduksampeyan.

Akibatnya, warga pun mengaku kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sampai-sampai warga terpaksa merogoh kocek untuk membeli air tangki demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

[irp]

“Di sini (kekeringan) sudah 3 bulan dan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari biasanya saya beli dari truk tangki, dengan harga Rp 1.500 satu jeriken kecil,” kata seorang warga asal Desa Kramat, Kecamatan Duduksampeyan, Ngatira (48), di sela-sela berebut air bersih dari bantuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Gresik, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, selama ini warga di Desa Kramat hanya mengandalkan air tadah hujan untuk keperluan mandi, mencuci dan memasak. Sebab sumber air tanah di desanya mengandung zat garam sehingga rasanya asin.

"Sudah banyak yang buat sumur tapi keluarnya air asin," lanjutnya.

[irp]

Sementara itu, ada tiga desa di Kecamatan Duduksampeyan yang mendapat bantuan doping air bersih dari Polantas Polres Gresik. Antara lainnya Desa Kramat, Kawistowindu dan Panjunan.

Pemberian bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dilanda kekeringan. Sehingga dalam momen HUT Satuan Lalu Lintas (sanlantas) ke 64 yang jatuh pada tanggal 22 September ini, polisi akan mengirim sebanyak 8 tangki air bersih untuk masyarakat.

"Rencananya bantuan itu akan dilakukan selama dua hari ke depan untuk tiga desa,” ujar Kanit Patroli Satlantas Polres Gresik, Ipda Suryono. (iz/roh)

Editor :