KLIKJATIM.Com | Gresik - Badan Pegawas Pemilu (Bawaslu) Jatim memfasilitasi kaum perempuan untuk lebih banyak telibat dalam pengawasan pemilu. Ini ditandai dengan digelarnya deklasasi perempuan awasi Pilkada serentak tahun 2020 di Kabupaten Gresik, Kamis (26/11/2020). Dekarasi ini bisa menjadi pintu bagi gerakan perempuan melawan politik uang.
[irp]Perempuan akan dilibatkan dalam pengawasan di pilkada yang digelar di 19 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur.
Di Kabupaten Gresik sendiri ada ratusan kaum perempuan mulai petugas Desa, Kecamatan, sampai Kabupaten mengikuti deklarasi tersebut.
"Ada 8 perempuan tingkat kecamatan, 90 perempuan tingkat desa dan beberapa tamu undangan dari beberapa organisasi perempuan di Gresik," kata koordinator Divisi Organisasi Bawaslu Jatim Eka Rahmawati.
Menurtnya deklarasi serentak ini bagian dari srikandi mengawasi. Ini bagian komitmen Bawaslu yang semakin adil gender dalam fungsi dan pengawasan. "Mengurangi tingkat diskriminasi kepada perempuan dalam melakukan praktek pengawasan, dan kesadaran gender hingga pengawas tingkat desa," bebernya.
Eka berharap pada pengawas srikandi perempuan di Kabupaten Gresik dalam melakukan praktik pengawasan bisa responsif gender. "Kedepannya praktik pengawasan, secara kelembagan melakukan odvokasi reponsif gender, seperti hak cuti hamil atau melahirkan, atau bagi lelaki paternity bagi istrinya yang melahirkan," jelasnya.
Komisioner Bawaslu Devisi SDM Maslukin Musda berharap, deklarasi ini sebagai katalisator perubahan gerakan perempuan demokrasi yang bermartabat. "Dan bisa membuat gerakan anti money politik di Gresik," katanya.
Maslukin mengatakan pihaknya juga mengacu pada piigub DKI tahun 2017 lalu, ada 71% kelompok perempuan yang rawan serangan fajar atau money politik. "Dengan ini kita bangun kesadaran bagi kaum perempuan sebagai agen perubahan domokrasi," tutup dia. (rtn)
Editor : Redaksi