klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Biaya Pengiriman Tak Dianggarkan KKP, Penerima Bantuan Mesin ke Bawean Disepakati Bayar Sendiri

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas memberikan penjelasan terkait bantuan mesin tenaga gas kepada nelayan di Desa Pekalongan, Tambak. (Faiz/ klikjatim.com)
Petugas memberikan penjelasan terkait bantuan mesin tenaga gas kepada nelayan di Desa Pekalongan, Tambak. (Faiz/ klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Biaya pengiriman bantuan mesin dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik senilai Rp 250 ribu setiap penerima telah disepakati bersama. Hal ini diakui oleh Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Tambak maupun Sangkapura, karena pemerintah pusat (KKP, red) memang tidak menganggarkan biaya pengiriman mesin ke pulau terluar di Kabupaten Gresik tersebut.

[irp]

"Karena biaya pengiriman ke Pulau Bawean tidak dianggarkan dari pusat, maka kami mengambil solusi membayar sendiri dan diputuskan sesuai kesepakatan bersama warga (nelayan penerima bantuan)," ujar Salim.

Menurutnya, solusi ini dinilai lebih meringankan beban para nelayan yang menerima bantuan. "Dari pada berlayar sendiri untuk mengambilnya ke Jawa (Gresik Kota) akan lebih besar biayanya, karena harus beli tiket pulang pergi, penginapan, dan juga biaya makan selama di Gresik," bebernya.

Untuk pendataan para penerima bantuan ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 oleh kepala desa (Kades) masing-masing di Pulau Bawean. "Jadi kalau ada orang yang tidak terima dengan pendataan itu salah kaprah, karena kita sudah jauh hari bersama para kades mendata di desanya masing-masing," jelas Salim. 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua AKD Kecamatan Sangkapura, Abdul Aziz. Katanya, para penerima bantuan tidak ada yang keberatan mengeluarkan ongkos sendiri untuk biaya pengiriman. Malahan mereka sangat berterima kasih karena mendapatkan bantuan ini.

"Sesuai dengan kesepakatan bersama nelayan untuk tarif sebesar Rp 250 ribu setiap penerima sebagai ganti ongkos kirim, karena ke Bawean tidak ada anggaran ongkos kirim dari pusat," ungkapnya. 

Adapun jumlah penerima bantuan mesin untuk Pulau Bawean mendapatkan jatah lebih banyak, dibanding kecamatan lain yang berada di daratan Pulau Jawa. "Total ada 600 mesin yang dibagikan untuk Kabupaten Gresik, dan 455 mesin diberikan kepada nelayan Pulau Bawean. Untuk selebihnya di Jawa, Gresik," tambah Aziz. 

Perlu diketahui, bahwa bantuan mesin nelayan ini merupakan paket program konversi bahan bakar minyak (BBM ) ke bahan bakar gas (BBG ). Program ini diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bekerjasama dengan pertamina, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, serta PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). 

Plt Kepala UPT Dinas Perikanan dan Kelautan Pulau Bawean, Suhaimi mengatakan, bantuan ini diperuntukkan bagi nelayan yang punya perahu varian 1. Yaitu perahu dengan kekuatan mesin 6 setengah ke bawah. "Kami berharap bisa meningkatkan ekonomi nelayan Bawean yang bermata pencaharian sebagai nelayan," harapnya. (nul)

Editor :