klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tak Kunjung Masuk Sekolah, Ortu Siswa di Surabaya Mengumpat di Media Sosial

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
ist
ist

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Orang tua siswa di Surabaya mulai gerah dengan proses belajar via daring. Mereka menyakini kualitas jauh dibawah pembelajaran tatap muka. Ungkapan orang tua siswa ini sempat ramai di edia sosial facebook. Akun bernama Aji Barangku pada Senin (9/10/2020) sekira pukul 14.00 WIB curhat soal anaknya yang tak kunjung masuk sekolah. Ia pun mempertanyakan kejelasan dari Diknas Kota Surabaya lewat cuitannya.  "Woi Diknas Surabaya, kapan anakku iso mlebu sekolah ?! pendidikan model opo ngene iki ?! Ayo, dipikir sing jeru, sing serius, wes bener ta sekolah daring model ngene iki.. (?!). Wis, cukup, anakke awak dewe kabeh butuh sekolah sing bener, sing nyata," tulisnya.

[irp]

Tak butuh lama, postingan tersebut langsung mendapat respon dari akun bernama Dandie Laksono. Ia berkomentar, "Keputusan diknas kota emange ?? Masalah mlebu ne kapan ?," tanya dia.

Akun Okky Reynaldo pun menjawab pertanyaan Dandie Laksono. "Yo kan Ben diwoco dan disampekno ndukurane bos," jawabnya.

"Terus Kate njaluk piye ??? Mikir positif ae bro iki pandemik timbang orang yg kita sayangi engkok terpapar covid perkoro sekolah di masukkan engkok bengok2 maneh nyalahno pemerintah, Kabeh wong tuwo gak pingin y an anak bodoh2 perkoro gak sekolah tapi wong tuwo dewe luweh gak pingin maneh anak e loro perkoro covid, pikir sing jernih ojok mung onok e saling menyalahkan," tutur akun Lingga Aditya.

Sementara akun Rizka Ambiya Mafudin mengatakan, "Jik usum corona lur sekolah online ae," katanya sambil menambahkan emoticon tertawa.

Sedangkan akun Angger Ayahe DzekoDzaka mencoba menenangkan. Ia menuturkan, "Sabar mas. Masih sibuk ngurus pilkada," tuturnya.

"Home schooling solusinya, guru datang ke rumah tanpa daring," kata Agung Kusuma.

Sementara itu, salah seorang warganet bernama Kanz Akbar menilai lucu kondisi saat ini. Dulu sekolah tidak diperbolehkan membawa handphone (hp), namun beda dengan sekarang yang justru harus menggunakan hp.

"Mbiyen sekolah ora oleh gowo hp. Saiki oleh gwe hp tpi ora oleh mlebu sekolah. Hhh," tulisnya.

Sekedar informasi, Pemkot Surabaya pada Senin (9/11) telah menyatakan hati-hati dalam menerapkan sekolah tatap muka meski pelaksanaan tes usap covid-19 dilakukan kepada semua guru.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, Satgas Covid-19 Surabaya, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan masih merapatkan dari 18 sekolah yang dapat dijadikan uji coba sekolah tatap muka.

Dinas Pendidikan, kata Febri, akan menyetor nama-nama murid dari 18 sekolah yang dapat diujikan sekolah tatap muka. Menurutnya, sekolah tatap muka diberlakukan kemungkinan baru siswa kelas IX SMP.

Sedangkan melansir laman web lawancovid-19.surabaya.go.id, Senin (9/11/2020), pasien positif covid-19 di Kota Surabaya bertambah 33 orang pada Minggu, 8 November 2020. Sehingga, total kasus positif covid-19 di Surabaya mencapai 16.257 orang.

Untuk pasien sembuh sendiri bertambah 34 orang. Dan total pasien sembuh dari covid-19 di Surabaya menembus angka 15.009 hingga 8 November 2020. (rtn)

Editor :