KLIKJATIM.Com | Gresik – Komisi I DPRD Kabupaten Gresik menyoroti belum optimalnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik, khususnya dalam penataan dan peningkatan kualitas permukiman terpadu.
Dalam evaluasi terbaru, DPRD mencatat bahwa meskipun program DAK Tematik dari pemerintah pusat telah berjalan di Desa Randuboto, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gresik melalui dana sharing daerah masih belum maksimal. Hal ini menyebabkan pelaksanaan program di lapangan kerap mengalami kendala pembiayaan.
“Program dari pusat memang sudah berjalan, tapi dukungan anggaran dari daerah masih minim. Ini menyulitkan desa untuk merealisasikan pembangunan secara menyeluruh,” ujar Imron Rosyadi, anggota Komisi I DPRD Gresik dari Dapil Sidayu-Ujungpangkah, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Jumat 4 Juli 2025.
Sebagai contoh, pelaksanaan DAK Tematik di Desa Randuboto dinilai cukup berhasil dalam mengelola program DAK multiyears sejak 2022 hingga 2024. Namun, keberhasilan ini masih menyisakan persoalan pembiayaan. Pemerintah desa masih menanggung utang akibat kekosongan anggaran untuk kebutuhan non-fisik seperti relokasi warga dan distribusi material bangunan.
“DAK hanya mencakup pembangunan fisik sesuai temanya. Sementara, kebutuhan seperti relokasi warga, transportasi material, hingga dampak sosial lainnya tidak tercakup dalam anggaran. Ini menjadi beban bagi desa,” tambah Imron, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik.
Ketua Komisi I DPRD Gresik, Muhammad Rizaldi Saputra menyampaikan, meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Desa Randuboto tetap diapresiasi sebagai salah satu desa dengan inovasi pembangunan terbaik di Kabupaten Gresik.
"Kepala desa bersama aparat desa dinilai memiliki keberanian dan komitmen tinggi dalam mendorong perubahan," tutur Rizaldi.
Komisi I DPRD Gresik mendorong agar Pemkab Gresik ke depan lebih aktif memberikan dukungan anggaran melalui skema dana sharing, serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengatasi hambatan teknis di lapangan.
Program DAK Tematik di Randuboto Jadi Percontohan Nasional
Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra, menyampaikan bahwa dalam penataan kawasan minapolitan, pihaknya telah melaksanakan sejumlah program seperti bedah rumah terhadap 85 unit, penataan sanitasi, dan pelebaran jalan dari 4 meter menjadi 6 meter. Semua kegiatan tersebut dibiayai melalui DAK Integrasi Kawasan DAS Bengawan Solo tahun 2022 dengan total anggaran sebesar Rp7,7 miliar.
Tak hanya itu, relokasi serta sertifikasi tanah untuk 300 rumah melalui program konsolidasi tanah juga telah dilaksanakan. Program ini memungkinkan warga yang tinggal di bantaran sungai untuk memperoleh sertifikat tanah resmi.
Baca juga: Komisi I DPRD Gresik Mediasi Sengketa Tanah di Manyar Gresik“Alhamdulillah, desa kami menjadi percontohan nasional. Saat ini, ratusan orang dari berbagai daerah datang untuk belajar ke sini,” ujar Andhi.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pendirian toko bangunan desa untuk menyediakan bahan material pembangunan.
“Bahkan pada tahap kedua DAK tahun 2023, BUMDes Randuboto bekerja sama dengan BUMDesma Sidayu membeli kapal senilai Rp1 miliar,” tambahnya.
Keberhasilan tahap pertama menjadikan Randuboto, yang berada di bantaran Bengawan Solo, sebagai pilot project nasional. Pada tahap kedua, desa ini menerima anggaran sebesar Rp14 miliar untuk pembangunan 161 rumah, sanitasi, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.
Andhi juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah melalui dana sharing APBD dan pendampingan teknis, yang turut berkontribusi pada keberhasilan program.
“Tahap kedua mulai dikerjakan pada Juni dan ditargetkan selesai akhir tahun ini,” ujarnya optimis.
Ia menambahkan, hasil pembangunan tahap pertama sudah mulai dirasakan masyarakat. Kawasan yang sebelumnya kumuh kini tertata rapi dengan konsep rumah khas Bawean.
“Dampaknya bisa dilihat langsung. Infrastruktur membaik, ekonomi berkembang, masyarakat lebih nyaman bekerja di laut, kunjungan ke desa meningkat, dan tentu saja kesehatan serta kesejahteraan warga ikut meningkat,” tutupnya.
Bappenas Apresiasi Model Integrasi DAK di Randuboto
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Ervan Maksum, menjelaskan bahwa Desa Randuboto menerima program DAK Tematik PPKT atau DAK Integrasi, yang menggabungkan tiga bidang: air minum, sanitasi (termasuk persampahan), dan permukiman.
“Program ini mengintegrasikan ketiga sektor tersebut menjadi satu kesatuan untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar di kawasan permukiman kumuh secara menyeluruh,” katanya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar