Kejari Bojonegoro Berhasil Selamatkan Puluhan Miliar Uang Negara di Tahun 2022

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro–Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro berhasil menyelematkan puluhan miliar uang negara. Selain itu, aset milik daerah yang sebelumnya dikuasai pihak swasta kini juga berhasil dipulihkan.

Kepala Kejari Bojonegoro, Badrut Tamam mengatakan, upaya penyelamatan uang negara dan aset milik Pemkab Bojonegoro ini merupakan capaian kerja yang dilakuka  selama tahun 2022.

“Ada yang dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dari perkara korupsi juga dari pemulihan aset milik negara dan daerah,” katanya, Kamis (5/1/2023).

Uang negara yang berhasil diselamatkan dari bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebanyak Rp1,8 Milyar, Penyelamatan Kerugian Negara (PKN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atau Pidana Khusus (Pidsus) sebanyak Rp2,1 Milyar, Denda dan Biaya Perkara sebesar Rp529 Juta, Pemulihan Keuangan Negara (Penyelamatan Aset/ Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun)) sebesar Rp28,7 Milyar dan Perolehan Lelang Barang Rampasan sedikitnya Rp143 juta.

Badrut Tamam mengungkapkan, target PNBP ditahun 2022 yakni Rp862 Juta, namun perolehannya sebesar Rp1,8 Milyar. Dimana PNBP tersebut berasal dari Sewa Rumah Dinas, Ongkos Perkara, Pendapatan Penjualan Lelang dan Denda Tilang.

“Selain itu, mendapatkan dari Denda hasil Tindak Pidana Umum (Pidum), pendapatan kejaksaan dan peradilan lainnya, Uang Pengganti Pidsus dan Pendapatan uang sitaan Tindak Pidana lainnya,” ungkap Kajari Kamis (5/1/2023).

Sementara, untuk PKN Tipikor atau Pidsus berasal dari Penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana kredit PD BPR Bank Daerah Bojonegoro sebesar Rp410 juta dan penyidikan kasus dana BOS SMPN 6 Bojonegoro, Desa Punggur, Kecamatan Purwosari dan BPR Kalitidu sebesar Rp745 juta.

“Dan uang dari hasil eksekusi perkara atas nama terpidana H.M. Santoso Eks Bupati Bojonegoro sebesar Rp957 juta,” ulas pria asal Madura itu.

Kemudian, untuk Denda dan Biaya Perkara selama tahun 2022 yakni, dari hasil eksekusi sebanyak 3.941 perkara. Sedangkan, jumlah denda perkara tersebut mencapai Rp521 juta dan biaya perkara sedikitnya Rp7 juta.

Selanjutnya, Kejari Bojonegoro berhasil pulihkan keuangan negara sebanyak kurang lebih Rp28,7 Milyar. Uang tersebut berasal dari SKK dari SKPD dan BUMN Rp3.6 Milyar dan Penyelamatan Asset Pemkab Bojonegoro yang di kuasai pihak lain sebanyak Rp25,1 Milyar.

“Terkait penyelamatan aset pemkab itu, terdapat tiga bidang tanah yang telah bersertifikat, namun dikuasai pihak lain, dan berhasil kami selamatkan, dengan nilai sebesar Rp25 milyar,” lanjut Badrut.

Terakhir, berasal dari Perolehan Lelang Barang Rampasan sedikitnya Rp143 juta yang bersumber dari lelang 40.000 liter bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp130 juta, 16 unit sepeda motor sebesar Rp7 juta dan 19 buah Handphone dan 6 buah LPG sedikitnya Rp6 Juta.(mkr)