klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gelombang Tinggi, Distribusi Logistik dan Sembako ke Bawean Dikirim Pakai Kapal Perang

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Penampakan Kapal Perang KRI dr. Soeharso - 990 milik TNI AL (Dok/Koarmada2.tnial.mil.id)
Penampakan Kapal Perang KRI dr. Soeharso - 990 milik TNI AL (Dok/Koarmada2.tnial.mil.id)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Gelombang tinggi di perairan Gresik beberapa hari ini membuat distribusi sembako dan logistik ke Pulau Bawean terhenti sementara, sehingga warga di pulau tersebut terisolir.

Bahkan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean juga terhambat pengirimannya.

Baca juga: Sembilan Hari Tanpa Kapal Karena Cuaca, 595 Warga Bawean Akhirnya Bisa Menyeberang

Hal ini disebabkan kapal reguler yang biasa mengirim kebutuhan pokok dan bahan-bahan lain tak bisa berlayar.

Untuk itu Pemkab Gresik meminta bantuan kapal perang kepada TNI Angkatan Laut, dalam hal ini Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya agar logistik bisa terkirim tanpa menunggu cuaca stabil.

Hasilnya, Sembako dan kebutuhan lainnya dikirim menggunakan KRI dr. Soeharso-990, Kamis (29/12/2022).

Rincian bantuan sosial sembako yang dikirimkan antara lain sebanyak 60 ton yang terdiri dari beras, telur, sayuran, dan 200 kardus makanan instan. Serta genset PLN 4 unit, peralatan komunikasi 21 unit, dan obat-obatan 450 kilogram.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, adanya Intensitas hujan sedang dan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada pagi, sore, dan malam hari di wilayah Kepulauan Bawean mengakibatkan transportasi laut lumpuh total.

Akibatnya pasokan sembako untuk masyarakat di kepulauan Bawean terhambat.

"Selain itu, pasokan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk pembangkit listrik di wilayah Bawean, juga terdampak imbasnya cuaca buruk. Sampai diberlakukan pergantian pemadaman listrik oleh Pihak PT PLN ULB Bawean guna menghemat persediaan Bahan Bakar," terangnya.

Dijelaskan, langkah sinergis dengan Koarmada II ini diambil setelah memperhatikan peringatan dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Maritime Perak Surabaya, yang menyarankan menunda pelayaran dari pelabuhan Gresik ke Bawean.

Dimana diperkirakan gelombang tinggi 2.0 meter akan terjadi hingga tanggal 2 Januari 2023

Bupati berharap, kondisi cuaca buruk yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia termasuk di Bawean segera berakhir agar aktifitas pelayaran baik pengangkut sembako dan penumpang dapat berjalan normal kembali.

"Mudah mudahan kondisi cuaca yang kurang lebih 10 hari ini kurang baik yang terjadi di Bawean segera berakhir dan aktifitas pelayaran dapat berjalan kembali normal," pungkasnya.

Baca juga: Air Laut Pesisir Gresik Meninggi, Kapal Penyeberangan Bawean Libur Sementara

Selain mengangkut logistik, KRI dr. Soeharso juga membawa penumpang warga yang akan menyeberang ke Bawean. Bahkan mereka telah seminggu lebih di Gresik menunggu kapal penyeberangan yang terhambat cuaca.

Ketika kembali, kapal perang tersebut juga akan membawa penumpang dari Bawean yang akan menyeberang ke Pulau Jawa. (yud)

Editor :