klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Air Laut Pesisir Gresik Meninggi, Kapal Penyeberangan Bawean Libur Sementara

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kesibukan warga yang akan menyeberang ke Bawean dari Pelabuhan Gresik (Ist)
Kesibukan warga yang akan menyeberang ke Bawean dari Pelabuhan Gresik (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kapal penyeberangan rute Gresik - Bawean akan diliburkan sementara oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik.

Langkah tersebut diambil lantaran kondisi cuaca di perairan Gresik yang kurang baik untuk pelayaran.

Baca juga: Ada Lowongan Kerja di PT Smelting Gresik Untuk Posisi Ini, Berikut Syarat-syaratnya

Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Lainnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik Muhammad Arifin mengatakan, kebijakan ini untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan.

"Hari ini tadi kita sudah koordinasi dengan pihak terkait memutuskan untuk dua hari ke depan libur," kata dia, Kamis (22/12/2022).

Arifin menyebut, ada dua pihak yang diajak koordinasi untuk memutuskan pembatalan penyeberangan yakni Operator Pelabuhan dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XI Jawa Timur.

"Tapi kalau ada perubahan akan diinfo lagi. Termasuk juga terus dilakukan evaluasi," imbuh dia.

Menurut dia, Keputusan tersebut didasarkan pada kajian data dari prakiraan cuaca BMKG. Termasuk juga pihaknya tidak berwenang untuk memutuskan pembatalan atau mencabut status itu sebelum dapat informasi lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Dishub Gresik Tarso Sagito mengatakan, bahwa pemberlakuan jadwal penyeberangan kapal angkutan penumpang Gresik-Bawean menyesuaikan situasi dan kondisi cuaca yang terjadi.

"Untuk perubahan jadwal atau pemberhentian pelayaran kapal, itu kita kan hanya berdasarkan atensi dari Kesyahbandaran," tutur Tarso.

Sebelumnya, BMKG Tanjung Perak merilis informasi mengenai kondisi cuaca yang mempengaruhi ketinggian air di pesisir Jawa Timur, termasuk perairan Kabupaten Gresik.

Disebutkan, kenaikan muka laut, hingga air yang pasang tersebut berpotensi menggenangi daratan. Banjir ini diakibatkan oleh terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari permukaan daratan, biasanya disebut banjir rob.

Dalam rilis itu disebutkan, Fase BULAN BARU mempengaruhi kondisi pasang surut di bulan Desember 2022, yang berpotensi menyebabkan banjir rob dengan ketinggian genangan 10-30 cm disekitar pelabuhan dan wilayah pesisir prakiraan.

Baca juga: Lima Tempat Nongkrong Enak di Gresik, Nomor Tiga Diresmikan Sandiaga Uno Loh!

Genangan yang ditimbulkan dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan.

Salah satu yang terdampak yaitu pesisir Surabaya Barat, termasuk Gresik, Lamongan, Tuban pada tanggal 24-26 Desember 2022, pukul 21.00 - 24.00 WIB. (yud)

Editor :