klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gagal Kerja di Australia Kakak Beradik Lapor ke Polisi, Diduga Ditipu Penyalur TKI di Jombang Rp129 Juta

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sari Widodo saat melapor ke Polres Jombang (Diana/Klikjatim.com)
Sari Widodo saat melapor ke Polres Jombang (Diana/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jombang - Nasib kurang mujur dialami kakak beradik Sari Widodo (32) dan Hadi Prayitno (30) asal Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo karena diduga tertipu Rp129 juta oleh penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI), alih-alih akan dipekerjakan di Australia.

Kakak beradik ini kepincut iming-iming gaji besar dari penyalur tenaga kerja indonesia (TKI) di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, dikelola oleh wanita inisial IS (59) untuk bekerja di perkebunan Australia.

Keduanya mengaku dijanjikan akan diberangkatkan pada Juni 2022 lalu, namun sayang hingga saat ini gagal berangkat ke Australia, sedangkan uang yang disetorkan kepada IS sekitar Rp129 juta melayang.

"Pembayaran itu saya lakukan secara bertahap karena bilangnya bisa dicicil, dan akhirnya bisa lunas, dan yang secara bukti itu Rp129 juta, belum yang saya bayar tunai sampai sekarang tidak ada kabarnya," kata Sari Kamis 13 Juni 2024 saat di Jombang.

Berbagai upaya untuk telah dilakukan oleh Sari mempertanyakan soal pemberangkatan dirinya dan adiknya ke Australia kepada IS, bahkan meminta uang yang disetorkan untuk dikembalikan, namun tak kunjung berhasil.

"Saya juga pernah tagih kerumahnya, bilangnya sabar dan mengaku dia juga menjadi korban, terus semakin tidak jelas saya langsung melaporkan ini ke Polres Jombang sejak akhir November 2023," jelasnya.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban di Jombang Disidak
Semula menurut Sari, ia dan adiknya ingin bekerja di Korea Selatan namun dengan janji dan iming-iming dari IS mereka akhirnya setuju untuk menjadi TKI di Australia bersama puluhan orang lainnya, tentu dengan berbagai persyaratan yang dilengkapi termasuk pembayaran hingga Rp129 juta.

"Dan saat itu kami masih percaya mau berangkat, bahkan dua minggu dari jadwal berangkat kami benar-benar seperti sudah berabgkat sudah pamit sana-sini. Tapi timbul curiga tiket pesawat kok aneh, dan visa juga tidak pernah ditunjukkan ke kami, dari sana mikir masa ini penipuan," bebernya.

Menurutnya kesedihan bertubi-tubi dialami, usai usahanya terimbas pandemi covid-19, semua tabungan terkuras habis hingga harus menjual mobil, juga gadai sawah untuk memperbaiki kondisi ekonominya memilih untuk menjadi TKI, namun nahas uang ratusan juta tak tau akhirnya seperti apa.

"Saya hanya ingin keadilan, dan ini sudah lama saya laporkan tapi ya begini saja. Harapan saya uang itu bisa kembali, dan pelaku diproses sesuai hukum yang ada," harapnya.

Sementara itu pihak Polres Jombang melalui Kasi Humas Iptu Kasnasin membenarkan pelaporan atas dugaan penipuan tersebut dan tengah ditangani.

"Masih dilakukan pengembangan kasus, memeriksa saksi-saksi yang nanti akan dilanjut gelar perkara. Kalau cukup bukti akan dinaikkan ke tahapan berikutnya," katanya Jumat 14 Juni 2024. (qom)

Editor :