KLIKJATIM.Com | Gresik - Bakal calon Bupati (Bacabup) Gresik M. Syahrul Munir kembali menggalang dukungan dari partai politik di Kabupaten Gresik untuk bersama-sama mengusung dirinya sebagai Calon Bupati Gresik dalam Pilkada 2024.
Setelah mengembalikan formulir ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik beberapa hari lalu, Syahrul datang ke kantor Partai Amanat Nasional (PAN) Gresik dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gresik untuk mengembalikan formulir pendaftaran Bacabup, Rabu 29 Mei 2024.
Di Kantor PAN, Syahrul disambut Ketua DPD PAN Gresik Faqih Usman dan segenap jajaran pengurus DPD PAN Kabupaten Gresik. Dalam sambutannya, Faqih Usman mengatakan, keluarga besar PAN Gresik merasa terhormat dengan kunjungan ketua Fraksi PKB DPRD Gresik itu untuk mendaftar bakal calon Bupati.
Karena secara kalkulasi politik, PKB Gresik sebenarnya bisa mengusung calon Bupati sendiri tanpa berkoalisi dengan partai lain. Dengan mendaftarnya Syahrul, kini ada pendaftar bakal calon Bupati yang mengembalikan formulir ke PAN, yakni Asluchul Alif dan Syahrul Munir sendiri.
"Dengan 14 kursi di DPRD Gresik PKB bisa mengusung calon sendiri. Nah hari ini mas Syahrul datang ke kami dengan niat baik mengajak bersama-sama untuk mengupayakan maju sebagai calon Bupati yang diusung PAN," kata Faqih.
Faqih bilang, dia mengenal Syahrul sudah lama karena sama-sama sebagai anggota DPRD Gresik. Karena itu dia tahu betul apa yang dilakukan Syahrul selama menjadi anggota dewan dan Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik.
"Mas Syahrul sosok muda yang cerdas dan kritis, jadi betul-betul melaksanakan tugas kedewanan dengan baik," imbuh Faqih.
Baca juga: Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Bupati ke PKB, Syahrul Munir Diantar Seluruh Anggota Fraksi PKB DPRD Gresik, Tukang Becak dan Komunitas VespaSaat diberi kesempatan sambutan, Syahrul Munir mengatakan, dia mengajak petani dan petambak dari Desa Tanggulrejo, sebagai pesan bahwa dia punya keinginan berkontribusi mencarikan jalan keluar bagi permasalahan - permasalahan Petani dan Petambak di Kabupaten Gresik saat menjabat sebagai Bupati Gresik nanti.
Seperti kelangkaan pupuk, pakan dan akses permodalan petani, petambak dan nelayan.
"Secara umum visi-misi kami rangkum dalam akronim Gresik Mentas, yaitu Gresik Menuju Tuntas, atas berbagai problem masyarakat," kata Syahrul.
Dia mencontohkan, angka putus sekolah di Kabupaten Gresik saat ini sebanyak 5.959. Tentu angka yang tinggi untuk ukuran Kabupaten Gresik yang berada di Surabaya raya. Belum lagi kemiskinan ekstrem yang berkaitan dengan stunting.
"Kami ingin Kabupaten Gresik mentas dari masalah ini bersama PAN, yang punya nafas yang sama dalam upaya perbaikan semua sektor di Kabupaten Gresik dengan tagline bareng-bareng," tutur Syahrul. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar