Banyak Serangan Hama Wereng, Dinas Pertanian Jatim Sediakan Obat

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya--Memasuki musim kemarau sejumlah tanaman petani mulai diserang hama wereng. Ancaman gagal panen menghantui petani. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bertindak cepat bergeran cepat dengan menyediakan obat pembasmi hama.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, saat ini Jatim memang tengah memasuki musim kemarau basah. Akibatnya, banyak serangan hama wereng dan tikus.

Baca juga: Aktivitas Meningkat, Bandara Notohadinegoro Jember dan Basarnas Teken PKS Tanggap Darurat Penerbangan

[irp]

"Sekarang masuk musim kemarau basah tentunya serangan hama tikus dan wereng harus di waspadai," ujar Hadi saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2020).

Dengan munculnya serangan hama ini, dirinya meminta agar pemerintah daerah (pemda) di masing-masing wilayah segera mempersiapkan diri untuk mengatasi serangan hama tersebut. "Untuk itu (pemda) segera mempersiapkan diri apabila terjadi serangan hama penyakit," kata Hadi.

Baca juga: Menerapkan Prinsip CSV, Program TJSL PLN Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan di Berbagai Daerah

Hadi juga menjelaskan, jika memang didapati ada tanaman yang terserang hama, pemda diminta agar segera mengirimkan surat kepada Pemprov Jatim agar mendapatkan bantuan berupa obat hama.

"Bagi daerah yang terkena serangan hama bisa segera mengirim surat untuk bantuan obat hama penyakit tersebut. Akan segera kami tindak lanjuti," tegasnya.

[irp]

Baca juga: Targetkan 100 Truk Peti Kemas, Pelindo Terminal Petikemas dan Pelindo Regional 3 Gelar Uji Emisi di TTL dan TPS

Sementara itu, terkait prosedur pengajuan, ia menjelaskan bahwa satgas proteksi hama penyakit di masing-masing daerah cukup dengan mengajukan melalui dinas pertanian kabupaten/kota, selanjutnya bisa diusulkan ke dinas pertanian provinsi.

"Langsung saja satgas proteksi hama yang ada di daerah tersebut mengajukan melalui distan kabupaten untuk diusulkan ke distan provinsi," pungkasnya. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru