KLIKJATIM.Com | Gresik - Suasana upacara di Dusun Betton, Desa Gunung Teguh berbeda dengan upacara pada umumnya. Uniknya para pemuda dan masyarakat memakai pakaian tradisional Bawean saat prosesi upacara.
[irp]
Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
Dengan bercorak pakaian sarung dan baju harian sawah atau melaut, mereka antusias mengikuti prosesi upacara kemerdekaan HUT RI ke 75. Bahkan, para petugas upacara memakai busana sarung, sepatu dan bertopi jerami ala petani serta sarung tangan sepeda motor dan sarung tangan kuli bangunan.
Tidak berhenti disitu, para dirigen pemandu suara juga ada dengan baju ala kadarnya, berjilbab dan memakai rok ala muslimah. Semua bersatu saat upacara.
Dan naskah kemerdekaan dilapisi oleh daun pisang sebagai wujud kenikmatan alam di Pulau Bawean.
[irp]
Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg
Pewakilan Remaja Dusun Betton Nanang Qosim mengatakan, ini diluar agenda pemerintah, dan memang sudah dipersiapkan oleh masyarakat dan teman-teman pemuda.
"Ini perayaaan bersama dalam kemerdekan RI ke 75," katanya. Senin (17/8/2020).
Dan terkait dengan kostum dan busana Qosim menjelaskan itu bukan ala kadarnya, tapi memang itu identitas masyarakata mulai dari para pelajar, emak-emak, petani dan kuli bangunan, sampai pekerja serabutan.
"Itu semua dilakukan oleh warga dengan senang hati, dan kami memang menggunakan busana keseharian warga sebagai identitas diri dan mensyukuri nikmat alam yang ada di Pulau Bawean," pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi