Makamkam Jenazah Covid, Kasat Intelkam Polresta Malang Diapresiasi Kapolri

klikjatim.com
Kasat Intelkam Polresta Malang Kompol Sutiono saat berbicara video call dengan Kapolri didampingi Kapolresta Malang Kombes Leonardus Simarmata

KLIKJATIM.Com | Malang - Upaya Kasat Intelkam Polresta Malang Kompol Sutiono menjadi relawan pemakaman jenazah Covid-19 mendapat apresiasi dari Kapolri. Secara khusus Jendral Polisi Idham Azis menyatakan bangga ada anggotanya yang bertindak bijak dan meminta Kapolda Jatim dan Kapolresta Malang memberikan penghargaan.

[irp]

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Sebelumnya Kapolda Jatim Irjen Mohammad Fadil Imran telah memberikan penghargaan kepadanya atas keberanian menjadi relawan pemulasaran jenazah Covid-19 di Kota Malang. Saat ditanya wartawan, Kompol Sutiono tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Kapolda apalagi sampai diberi penghargaan.

"Lebih spesial di videocall langsung oleh Bapak Kapolri. Saat itu Kapolri melakukan pangilan video call kepada Pak Kapolresta Malang Kota, Kombes pol Leonardus Simarmata, Jumat," kata Kompol Sutiono.

Dikatakan, keikusertaan menjadi relawan pemulasaran jenazah Covid-19 semata-mata karena panggilan tugas sepenuh hati. Kemudian informasi menyebar dan Kapolda memanggil mendadak Kamis.

Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Bintang LVRI di Harvetnas 2026: Perjuangan Hari Ini Lawan Kemiskinan dan Jaga Persatuan

"Kemudian Terus Jumat di telepon (video call) sama Pak Kapolri tidak menyangka mendapat banyak dukungan dan apresiasi,” ujar Sutiono.

Ditambahkan, bahwa inti dari penghargaan Kapolda dan Kapolri adalah terimakasih ke Polresta Malang Kota karena terlibat aktif dalam penanganan pandemi Covid-19. Awalnya pada Maret lalu Sutiono hanya seorang diri selain bersama Public Safety Center (PSC) 119 Malang. Kini dia ditemani lima anggota Polresta lainnya saat memulasarakan jenazah Covid-19.

[irp]

Baca juga: Pria di Malang Ditangkap Usai Diduga Aniaya Warga Pakai Kelapa

“Penekanan pak Kapolda tugas ini punya resiko sangat tinggi, disuruh waspada dan tetap menjaga kesehatan. Kalau sampai terpapar, Kapolda janjikan pelayanan terbaik, katanya jarang sekali ada orang yang mau kayak gini. saya kan ikhlas tidak sampai kepikiran dapat penghargaan dan apresiasi kayak begitu,” kata Sutiono.

Sutiono telah memakamkan 75 jenazah Covid-19 terdiri dari pasien positif dan pasien dalam pengawasan (PDP). Atas jasanya itu dia ditawari meminta hadiah apa oleh Kapolri Idham Azis. Namun, sampai saat ini dia tidak meminta imbalan apapun. Dia mengaku ikhlas dan tulus atas tugas kemanusiaan ini. Bahkan, bila dia naik jabatan justru takut tak bisa lagi membantu warga di tengah pandemi. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru