KLIKJATIM.Com |Pasuruan - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan keji di Pasuruan mendapatkan perhatian beberapa pihak. Fraksi NasDem DPRD Pasuruan meminta agar pelaku dihukum mati.
[irp]
Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang
"Kami akan kawal kasus ini sampai pelaku menerima hukuman seberat-beratnya," kata Eko Suryono, Sekertaris Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan bersama M. Hatta Rifki anggota Fraksi NasDem usai sambangi keluarga korban pembunuhan, Kamis (9/7/2020) sore.
Ia pun mengasprisiasi kepolisian hanya dengan hitungan jam bisa mengungkap kasus tersebut. "Mudah-mudahan ke depannya tidak ada lagi kasus-kasus seperti yang dialami adik kecil kita ini. Kami minta pelaku dihukum seberat -beratnya," imbuhnya.
[irp]
Baca juga: Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook
Sementara itu, Satuha orang tau korban pembunuhan terus menangis mengenang anaknya. Ia menceritakan, Raisa Hasnabila (anaknya) sempat mencoba semua pakaian sekolah yang baru dibelikan. "Mulai sepatu, tas sekolah dicoba semua," ucap Satuha sambil menghapus air mata.
Ia tidak menyangka, permintaan tersebut menjadi permintaan terakhir anak tercintanya. Satuha tak menyangka mengahabisi anaknya tetangga sendiri. Bahkan dia mengetahui kalau anaknya di ajak pelaku ke rumahnya. "Anak saya disapa lalu dibelikan es krim. Kemudian diajak ke rumahnya," imbuhnya.
Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta
Satuha berharap pelaku dihukum mati. Sebab ia (para pelaku) telah membunuh anak dengan sadis.
Seperti diketahui sebelumnya, jasad bocil ditemukan warga di parit Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Dugaan korban dibunuh pasutri bernama Tohir dan Ifa Maulaya masih tetangga korban. Sebelum dibunuh korban diperkosa Tohir. (bro)
Editor : Redaksi