KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah ingin 'menyulap' desa-desa yang berada di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo menjadi wisata lokal berbasis kerakyatan. Hal itu disampaikan langsung saat berkunjung ke Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, untuk menyerahkan bantuan 25 ribu ekor benih ikan kepada kelompok tani ternak dan nelayan, Rabu (8/7/2020).
Menurutnya, Bojonegoro terletak di wilayah sangat strategis karena dilalui sungai Bengawan Solo. Karena itu harus bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mencari ikan atau kegiatan lainnya seperti wisata demi menopang kebutuhan hidup sehari-hari.
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
Dengan alasan itu pula pihaknya harus turun sendiri ke lapangan untuk mengetahui kondisi di bawah. Termasuk melihat progress peningkatan jalan, jembatan, sosial, serta menangkap beberapa potensi yang dapat dijadikan wisata alam maupun kuliner khas Bengawan Solo. Salah satunya di Desa Kabalan.
[irp]
"Nantinya view panorama sunrise ketika fajar pagi dan sunset di senja sore, tentu kurang lengkap tanpa adanya kuliner masakan khas Bengawan Solo, ikan bakar, botok jendil atau menu unik hasil tangkapan ikan nelayan Bengawan Solo. Jadi Desa Kabalan bisa menjadi obyek wisata lokal yang berbasis kerakyatan," ungkap Bupati Anna.
Tentunya, lanjut Anna, semua itu harus ditopang dengan infrastruktur jalan yang baik menuju lokasi, wahana dan penghijauan yang memadai di sepanjang bantaran sungai. Sehingga diharapkan bisa menjadi teduh dan nyaman bagi pengunjung yang datang.
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Catur Rahayu menambahkan, total kelompok tani ternak di Bojonegoro sebanyak 245. Rinciannya 133 kelompok sudah ber-SKT dengan 16 kelompok berbadan hukum. Sedangkan sisanya masih proses SKT di Disdukcapil sebanyak 96 kelompok.
[irp]
Lalu, untuk kelompok perikanan sebanyak 207 kelompok. Di antaranya 182 kelompok sudah ber-SKT, berbadan hukum 82 kelompok dan bertumbuh sebanyak 25 kelompok di tahun 2020.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
Kata dia, potensi pelaku usaha peternakan pemotongan unggas yang berada di Kecamatan Balen ada 7 pelaku usaha. Di Kecamatan Kanor ada 9 dan Sumberrejo 12 dengan rata-rata 100 ekor per hari.
"Untuk potensi pemotongan ternak sapi yang terdapat di Kecamatan Balen dan Sumberrejo rata-rata per bulan 150 ekor yang dipotong di rumah sendiri," lanjutnya.
Adapun jumlah kelompok perikanan atau nelayan di Desa Kabalan ada 10 kelompok. Mereka sudah memiliki armada 50 perahu dengan anggota 104 orang, dengan rata-rata tangkapan ikan seberat 11 kg setiap perahu atau 572 kg per hari yang hasilnya dijual ke Pasar Bojonegoro, Sumberrejo dan Dander. (nul)
Editor : M Nur Afifullah