KLKIJATIM.Com | Surabaya - Sejak Maret hingga Juni 2020, sedikitnya 50.379 buruh di Jatim mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan. Jumlah ini akumulasi buruh yang di-PHK di Jatim selama pandemi Covid-19 di Jawa Timur yang sudah berlangsung selama empat bulan.
[irp]
Baca juga: Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Timur Turun ke 3,88 Persen
Jika pandemi ini tidak segera berakhir, bukan tidak mungkin angka pengangguran bertambah. Kondisi ini diperburuk dengan kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Jatim yang tidak diperpanjang kontraknya. Bahkan kabar terbaru Malaysia akan memulangkan ribuan PMI dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, HimawanEstu Subagijo menyebutkan, pihaknya mencatat hingga 12 Juni 2020, ada 6.924 pekerja yang tersebar di 231 perusahaan kena PHK. Yang merumahkan karyawannya 607 perusahaan. Jumlahnya (yang dirumahkan) ada 34.108 (pekerja),” kata Himawan.
Pekerja yang dirumahkan kebanyakan bekerja di perhotelan dan restoran. Sementara Mereka yang di-PHK kebanyakan bekerja di industri manufaktur, seperti industri pengolahan kayu, dan perdagangan. “Karena kita tahu, perhotelan sangat terdampak. Perdagangan sekarang juga lagi lesu (terdampak pandemi corona). Manufaktur juga begitu, ada produk tapi enggak terjual,” ujar Himawan.
Baca juga: Pemkab Gresik Komitmen Tingkatkan Serapan Tenaga Kerja
[irp]
Sedangkan PMI asal Jatim yang terdampak pandemi, 3.040 di antaranya saat ini menganggur karena kontrak kerja mereka sudah selesai. Lalu ada pula 223 PMI yang kena PHK.
Selain itu, ada sebanyak 5.300 PMI dari sejumlah daerah di Jatim gagal berangkat ke negara tujuan bekerja selama pandemi. “Kebanyakan tujuan (bekerja) ke Malaysia,” ucapnya.
Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes
Tidak hanya itu, sudah ada 724 PMI asal Jatim yang kena deportasi dari negara tempat mereka bekerja. Sayangnya, Himawan tidak menjelaskan apa saja penyebab deportasi itu.
“Kabar yang saya dapat, ada rencana Malaysia akan mendeportasi 4.000 PMI (asal Jatim) lagi,” pungkas Himawan. (hen)
Editor : Redaksi