Sambut New Normal, Gubernur Jatim Dorong Perbanyak Pesantren Tangguh

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Sampang - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pesantren Tangguh di Madura. Tepatnya di Pesantren Darul Ulum Sampang. Hal ini terus dikebut Pemprov Jatim guna menyambut New Normal.

Khofifah mengatakan, 21 persen total pesantren di Indonesia ada di Jatim. Jumlah santri di masing-masing pesantren mencapai puluhan ribu. Menjelang dimulainya masa belajar santri di pesantren, Khofifah mengecek kesiapan protokol kesehatan, salah satunya di Ponpes Darul Ulum.

[irp]

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Bersama Gubernur Jatim Pastikan Pasokan Energi Aman, Bagikan BBM Gratis untuk Ojol di Malang

"Di masa pandemi seperti ini, penularan virus terjadi sangat cepat dalam bentuk droplet atau percikan yang vaksinnya hingga sekarang belum ditemukan. Maka pencegahan yang paling efektif adalah kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Kami terus mendorong pesantren-pesantren di Jatim untuk disiapkan protokol kesehatan yang baik. Secara umum in ikami sebut sebagai pesantren tangguh," tuturnya, Rabu (10/6/2020).

[irp]

Baca juga: Sengketa Lahan Desa Belun, BPN Bojonegoro Tegaskan Keabsahan Sertifikat Ahli Waris

Khofifah mendukung Pesantren Tangguh di seluruh Jawa Timur. Dia berharap, Ponpes benar-benar aman dari penyebaran virus Covid-19 dan juga mencegah penyakit menular lainnya. "Kami berharap makin hari makin banyak pesantren yang akan menjadi role model pesantren tangguh terutama di tengah pandemi Covid-19. Namun kami ingin model Pesantren Tangguh ini nantinya berkelanjutan," jelasnya.

Dijelaskan, ada tiga item yang harus dipenuhi oleh pesantren tanggguh. Pertama adalah Pesantren Sehat. Pesantren diharapkan mulai terbiasa dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, dan juga menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

Kedua, pesantren bersih. Pesantren mengupayakan santrinya untuk terbiasa mencuci tangan dengan air mengalir dan memperbanyak akses cuci tangan juga meningkatkan sanitasi. "Dan yang ketiga adalah pesantren TOPP. Ini akronim dari tanaman obat pondok pesantren. Jadi kami ingin agar pengembangan tanaman obat juga dilakukan lebih masif di pesantren untuk mewujudkan ketahanan pengobatan tradisional di lingkup pesantren," ujarnya.

Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro

Jika 3 item tersebut ditegakkan di Pesantren Tangguh, maka diharapkan bisa diterapkan di Ponpes lain di Jatim. Bahkan juga di pesantren yang ada di provinsi lain. Sebagai dukungan penerapan new normal di lingkungan pesantren Khofifah sudah menyiapkan bantuan guna mendukung pesantren tangguh untuk bisa menegakkan protokol kesehatan. Bantuan tersebut mulai APD, masker, vitamin C, tempat cuci tangan, hand sanitizer, sprayer, disinfektan hingga sembako.

Di antara masuk pesantren tangguh adalah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Darul Ulum Garsempal Omben Sampang, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, juga Pondok Pesantren Al-Falah Jeblog Talun Blitar dan lainnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru