Pedagang Plaza Gempol Keluhkan Mahalnya Tagihan Listrik

klikjatim.com
Foto : Ilustrasi. (Ist)

KLIKJATIM.com | PASURUAN – Tagihan listrik pedagang di Plaza Gempol atau Pasar Baru Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dikeluhkan. Sejumlah pedagang merasa besaran tagihan listrik tak sebanding dengan beban penggunaan.

“Listrik pasca bayar di sini mencekik leher (mahal, red) mas," ungkap Munawar, salah satu pedagang di Plaza Gempol, Rabu (26/06/2019).

Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH

Menurutnya, tagihan dalam sebulan bisa mencapai antara Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Sementara dirinya mengaku hanya menggunakan tiga buah lampu yang masing-masing 30 watt.

[irp]

Berbanding terbalik dengan tagihan di rumahnya. Yaitu sama-sama memasang listrik untuk golongan 900 VA. “Di rumah saya ada berbagai macam alat di antaranya kulkas, televisi, sanyo (mesin pompa air), magic com dan lainnya. Maksimal hanya habis antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu," paparnya.

Para pedagang sebenarnya sangat keberatan dengan kesepakatan (besaran) pembayaran listrik tersebut. Kendati merasa berat, tapi pedagang tidak berani memprotes.

Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri

Di lain pihak, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Pasuruan, Edy Suwanto saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kondisi itu. Pihaknya pun terkejut dan berjanji akan menindaklanjuti.

"Kami akan segera melakukan kroscek ke pihak Plaza Gempol,” ujarnya melalui sambungan seluler.

[irp]

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

Jika benar ada penarikan berkedok pembayaran tagihan listrik, maka diduga sebagai upaya pungutan liar (pungli). Karena penerangan fasilitas umum selama ini dibayar oleh Pemkab Pasuruan.

“Jadi sangat tidak masuk akal pedagang membayar listrik sebesar itu. Siapapun yang bermain atau melakukan praktek pungli di Plaza Gempol akan kami tindak tegas," pungkasnya. (hen/roh)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru