Krisis Listrik Sulawesi Bagian Selatan, Dirut PLN Turun Langsung Inspeksi PLTU Jeneponto

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan), CEO Bosowa Corporindo, Subhan Aksa (tengah), dan GM PLTU Jeneponto, Albery Hadith Pramono (kiri) ketika meninjau percepatan perbaikan Pembangkit Listrik.

KLIKJATIM.Com | Jeneponto — Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, turun langsung ke lapangan untuk memimpin penguatan dan peningkatan pasokan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Langkah tegas ini diawali dengan inspeksi mendadak di sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Senin (14/9/2026).

Baca juga: Gempur Rokok Ilegal! Tim Gabungan Lamongan Amankan 9.680 Batang Rokok Tanpa Izin

Fokus utama inspeksi tersebut menyasar akselerasi perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang tengah mengalami gangguan teknis. PLN terjun membantu percepatan pemulihan agar pembangkit tersebut dapat segera kembali menyuplai daya ke dalam sistem Sulbagsel.

"Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan," tegas Darmawan di Jeneponto.

Penurunan pasokan listrik di wilayah Sulbagsel dipicu oleh fenomena kemarau ekstrem (El Niño) yang berdampak signifikan pada kondisi hidrologi setempat. Penurunan curah hujan secara drastis menyebabkan produksi daya dari sejumah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) utama—seperti PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM)—mengalami penyusutan tajam.

Darmawan membeberkan bahwa daya mampu agregat dari pembangkit hidro merosot dari kapasitas normal sekitar 850 MW menjadi tinggal 250 MW. Defisit pasokan dari sektor hidro yang mencapai 600 MW ini menekan keseimbangan antara daya mampu dan beban puncak di sistem kelistrikan Sulbagsel.

Baca juga: Dorong Percepatan Bedah Rumah di Jatim, Khofifah Siapkan Desk Khusus dan Perkuat Verifikasi BSPS

Langkah Strategis dan Target Pemulihan
Menghadapi tantangan cuaca dan teknis tersebut, PLN mengoperasikan sejumlah mitigasi secara simultan:

  • Percepatan Perbaikan Teknis: Membantu percepatan pemulihan PLTU swasta di Jeneponto.
  • Penambahan Kapasitas Daya: Mengoptimalkan unit pembangkit eksisting serta menyiagakan tambahan kapasitas pasokan hingga 627 MW.
  • Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC): Bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Forkopimda untuk memicu hujan buatan guna mengiisi kembali waduk/penampungan air pembangkit hidro.

Meski demikian, pihak PLN mencatat bahwa keterbatasan awan potensial akibat atmosfer yang sangat kering menjadi kendala dalam penyemaian. PLN memproyeksikan sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan akan kembali stabil pada akhir bulan ini.

“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” ujar Darmawan optimistis.

Baca juga: Kemnaker Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI untuk Melipatgandakan Produktivitas Kerja

Sebagai langkah preventif jangka panjang agar sistem kelistrikan Sulbagsel tidak bergantung penuh pada pasokan air, PLN menyusun skema ketahanan energi yang fleksibel dan resilien sesuai arahan Presiden melalui program nasional PLTS 100 Gigawatt (GW).

Dalam rencana jangka panjang tersebut, PLN akan menyuntikkan infrastruktur energi terbarukan di Sulbagsel berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 5,2 Gigawatt-peak (GWp) yang ditopang oleh Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 8,2 Gigawatt-hour (GWh).

“PLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien,” pungkas Darmawan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru