Hadapi Banjir Hoaks, Khofifah Minta Radio Perkuat Peran sebagai Penjaga Informasi

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta insan radio memperkuat peran dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus konten digital. Radio dinilai masih memiliki posisi strategis karena mampu menyampaikan informasi secara cepat sekaligus menjangkau masyarakat hingga berbagai pelosok daerah.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Radio Nasional dan HUT ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) pada Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Gubernur Khofifah Lepas 116 Kafilah Jatim Menuju MTQ Nasional XXXI Semarang, Target Bawa Pulang Juara Umum

Menurut Khofifah, perkembangan teknologi komunikasi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi. Namun, derasnya arus informasi tersebut juga diikuti meningkatnya risiko penyebaran hoaks, disinformasi, serta konten yang belum terverifikasi.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap media yang mampu menyajikan informasi secara akurat dan kredibel semakin penting. Radio, kata Khofifah, memiliki modal berupa kedekatan dengan pendengar yang dapat diperkuat untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Selamat Hari Radio Nasional dan HUT Ke-81 RRI. Terima kasih kepada seluruh angkasawan dan angkasawati yang terus menjaga ruang udara Indonesia dengan informasi yang mencerdaskan, mempersatukan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (11/9).

Dia mengatakan keberadaan radio nasional tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Radio Republik Indonesia yang didirikan pada 11 September 1945. Sejak awal kemerdekaan, RRI memiliki peran dalam menyampaikan informasi perjuangan serta menghubungkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Semangat tersebut dinilai tetap relevan meski pola konsumsi informasi masyarakat telah berubah. Bahkan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, kebutuhan terhadap informasi yang dapat dipercaya justru semakin besar.

Baca juga: Khofifah Resmikan Pusat Riset Pesantren Jatim, Puluhan Karya Santri Bakal Jadi Rujukan Kebijakan

Khofifah menilai radio tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai informasi. Radio juga dapat menjadi ruang publik yang membantu masyarakat memahami berbagai persoalan secara lebih jernih.

“Kedaulatan bangsa saat ini tidak hanya dijaga melalui batas wilayah, tetapi juga melalui ruang informasi. Masyarakat harus memperoleh informasi yang benar agar mampu mengambil keputusan secara jernih dan tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Khofifah juga mengaitkan peringatan Hari Radio Nasional dengan tema HUT ke-81 RRI, yakni “Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Baca juga: Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor: Dari Pendidikan hingga Penguatan SDM

Menurutnya, semangat tersebut perlu diterjemahkan melalui penguatan kemandirian informasi serta penyajian narasi kebangsaan yang mampu menjaga persatuan dan keberagaman.

Di tengah perubahan lanskap media, radio diharapkan tetap mampu mempertahankan karakter utamanya sebagai media yang dekat dengan masyarakat. Kecepatan penyampaian informasi, jangkauan hingga daerah serta kedekatan dengan pendengar menjadi modal yang dapat digunakan untuk memperkuat literasi informasi publik.

Khofifah menegaskan bahwa menjaga ruang informasi menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa. Karena itu, media penyiaran, termasuk radio, memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru