KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik berjibaku menangani sejumlah kebakaran lahan dan tumpukan sampah yang terjadi hampir bersamaan di beberapa wilayah, Jumat (11/9/2026).
Sedikitnya enam kejadian kebakaran dilaporkan di wilayah Cerme, Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, serta Menganti dan Driyorejo. Mayoritas objek yang terbakar merupakan lahan kosong, rumput alang-alang, hingga tumpukan limbah dan sampah.
Baca juga: Jenazah 250 Kg Sulit Dipindahkan, Damkar Gresik Kerahkan Crane hingga Pemakaman 5 Jam
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Gresik Suyono mengatakan, petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Sejumlah kejadian bahkan terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.
“Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan. Kami melakukan pemadaman, pembasahan, sekaligus penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali,” kata Suyono.
Di Cerme, kebakaran terjadi di lahan kosong Dusun Cerme Kidul, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme. Laporan diterima pukul 17.16 WIB dan petugas Pos Damkar Menganti tiba di lokasi sekitar pukul 17.41 WIB. Api berhasil dipadamkan hingga penanganan selesai pukul 18.33 WIB.
Kebakaran juga terjadi di lahan kosong Jalan Raya Wates, Dusun Wates, Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang. Laporan masuk pukul 14.14 WIB. Saat petugas tiba, api sudah padam sehingga personel melakukan pembasahan dan memastikan tidak ada titik api tersisa.
Sementara di Desa Banter, Kecamatan Benjeng, api membakar lahan kosong yang dipenuhi rumput alang-alang kering. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang tidak diawasi dan kemudian merembet akibat angin cukup kencang.
Di Kecamatan Kedamean, kebakaran terjadi di Jalan Raya Kedamean, tepatnya di depan KM 28, Dusun Banyuurip, Desa Banyuurip. Objek yang terbakar berupa tumpukan sisa-sisa cangkang kelapa sawit. Api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang pengguna jalan.
Petugas Pos Damkar Driyorejo yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan pembasahan hingga api benar-benar padam. Dua unit kendaraan dikerahkan, masing-masing satu mobil pemadam dan satu mobil suplai.
Baca juga: Kebakaran Gudang Bahan Baku Sabun PT Wings Surya di Driyorejo, Api Padam Setelah Lima Jam
Kebakaran lahan kosong lainnya terjadi di Perum Menganti Permai Blok D5-D6, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti. Api diduga berasal dari aktivitas warga membakar sampah yang tidak diawasi sehingga merembet dan meluas.
Petugas Pos Menganti kemudian melakukan pemadaman, pembasahan, serta penyisiran di sekitar lokasi, terutama area yang mendekati permukiman warga.
Kebakaran juga melanda tumpukan sampah domestik di kawasan PT Kingdom Indah 2, Dusun Karangasem, Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo. Api diduga dipicu puntung rokok yang menyulut tumpukan sampah berupa plastik dan material sejenis.
Petugas Pos Damkar Driyorejo melakukan pemadaman dengan bantuan karyawan perusahaan. Tumpukan sampah terlebih dahulu diurai agar titik api dapat dijangkau dan dipastikan padam.
Baca juga: Awal September, Damkar Gresik Tangani 12 Kebakaran dan Tiga Aksi Penyelamatan
Suyono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.
“Pembakaran yang tidak diawasi sangat berisiko merembet, terutama pada lahan yang banyak rumput kering atau material mudah terbakar,” ujarnya.
Dari seluruh kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun luka. Kerugian material juga dilaporkan nihil.
Berdasarkan laporan Damkarmat Gresik, jumlah kejadian kebakaran selama September 2026 telah mencapai 58 kejadian, sedangkan kejadian penyelamatan atau rescue tercatat 18 kejadian.
Editor : Abdul Aziz Qomar