KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kinerja konsolidasi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan pertumbuhan positif hingga Triwulan II 2026 atau semester I 2026. Penyaluran kredit tercatat mencapai Rp111 triliun atau tumbuh 41,68 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan kredit tersebut turut menopang peningkatan total aset konsolidasi Bank Jatim yang mencapai Rp162 triliun, naik 37,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Bank Jatim Buka Rekrutmen ODP 2026, Cek Posisi dan Persyaratannya
Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto mengatakan, pertumbuhan bisnis tersebut juga terlihat dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi yang mencapai Rp120 triliun atau tumbuh 31,47 persen yoy.
“Pertumbuhan kinerja konsolidasi ini merupakan salah satu hasil dari implementasi aksi korporasi serta penguatan sinergi Bank Jatim bersama anggota KUB. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan sinergi tersebut untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru,” ujarnya dalam Public Expose Bank Jatim 2026, Rabu (9/9/2026).
Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih Bank Jatim secara konsolidasi mencapai sekitar Rp4,6 triliun atau meningkat 39,5 persen yoy. Sementara laba bersih konsolidasi berada di kisaran Rp1,2 triliun, tumbuh 53,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Wahyu, pertumbuhan tersebut terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi sejumlah tantangan. Bank Jatim pun menerapkan strategi pertumbuhan kredit secara selektif dengan tetap memperhatikan likuiditas dan kualitas aset.
Di sisi lain, secara bank only hingga Juli 2026, total aset Bank Jatim mencapai Rp98 triliun. Penyaluran kredit berada di angka Rp66,4 triliun dengan DPK sebesar Rp72,9 triliun.
“Di tengah strategi rebalancing bisnis dan kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim tetap mampu mencatat laba bersih sebesar Rp802 miliar, tumbuh 1,76 persen yoy,” jelasnya.
Pertumbuhan bisnis konsolidasi Bank Jatim tidak terlepas dari penguatan sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Sinergi dilakukan melalui sejumlah layanan, mulai transaksi internasional, remittance, Trading Processing Agent, safekeeping custodian, penyediaan Bank Notes, hingga layanan e-channel dan sistem pembayaran.
Bank Jatim juga memperkuat layanan perbankan bagi nasabah dengan profil khusus serta pembiayaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sinergi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem bisnis yang saling melengkapi sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru.
Sementara itu, Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo menyebut kondisi daya beli dan permintaan kredit yang masih konservatif membuat perseroan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.
Per Juli 2026, kredit bank only tercatat Rp66,4 triliun atau mengalami kontraksi 2,6 persen yoy. Meski demikian, segmen konsumtif, khususnya kredit berbasis payroll, masih dinilai memiliki prospek positif.
“Segmen konsumtif, khususnya kredit berbasis payroll, masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan layanan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat pangsa pasar,” kata Tonny.
Untuk segmen produktif, penyaluran kredit Bank Jatim mencakup sektor mikro, ritel dan menengah, hingga korporasi. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu kontributor pada segmen mikro, sedangkan Jatim Ritel menjadi salah satu penopang segmen ritel dan menengah.
Perseroan juga memperkuat pengelolaan kualitas kredit melalui evaluasi portofolio, penguatan fungsi account officer dan risk, restrukturisasi, penanganan kredit bermasalah, perbaikan proses bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta monitoring secara berkala.
Di tengah tantangan penghimpunan dana, Bank Jatim juga berupaya memperbesar porsi dana murah dari masyarakat. Strategi yang dilakukan antara lain melalui penguatan transactional banking, ekspansi layanan digital JConnect Mobile, program pemasaran musiman, serta pengembangan ekosistem bersama mitra bisnis.
Akses layanan juga diperluas melalui pengembangan Agen Laku Pandai serta penambahan jaringan ATM dan CRM.
Baca juga: Semangat Fly Higher Warnai HUT Ke-65 Bank Jatim, Perkuat Transformasi Berkelanjutan
“Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama kami untuk meningkatkan utilitas layanan, memperluas akuisisi nasabah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana tertentu,” kata Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Bank Jatim juga menyatakan tetap menjalankan komitmen keberlanjutan. Sepanjang 2025, penyaluran kredit kepada usaha berwawasan lingkungan mencapai Rp5,40 triliun.
Memasuki Semester II 2026, Bank Jatim akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset. Fokus perseroan diarahkan pada optimalisasi likuiditas, peningkatan dana murah, penguatan transaksi digital, ekspansi berbasis ekosistem, penyaluran kredit secara selektif, serta penguatan sinergi antaranggota KUB.
Winardi optimistis strategi tersebut dapat membuka peluang pertumbuhan baru sekaligus menjaga kinerja Bank Jatim tetap sehat dan berkelanjutan.
“Bank Jatim akan terus mengambil langkah yang tepat dan terukur untuk menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap mengedepankan kualitas aset. Kami optimistis berbagai strategi yang telah disiapkan dapat membuka peluang pertumbuhan baru dan membawa Bank Jatim mencapai kinerja yang melampaui target,” tutur Winardi.
Editor : Abdul Aziz Qomar