KLIKJATIM.Com | Jember -Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember membuat pemerintah daerah mengambil langkah untuk menekan konsumsi BBM. Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait meminta siswa melakukan pembelajaran secara daring dari rumah selama tiga hari.
Kebijakan tersebut diambil menyusul distribusi BBM di Jember yang belum kembali normal dalam sepekan terakhir. Pasokan BBM tersendat akibat kemacetan di jalur utama pengiriman dari Banyuwangi.
Baca juga: Dituding Bolos 13 Hari, Irban Khusus Inspektorat Jember Beberkan Bukti Penugasan Bawaslu
Kondisi lalu lintas serta adanya perbaikan jalan membuat distribusi BBM ke sejumlah SPBU mengalami keterlambatan.
Gus Fawait mengatakan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan agar kondisi distribusi BBM tidak berdampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat dan sektor lainnya.
"Dalam rangka menyikapi belum normalnya distribusi BBM di Kabupaten Jember dan tidak berdampak kepada sektor lainnya, dengan hormat kami mengimbau agar sekolah di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember melakukan pembelajaran secara online dan/atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," kata Gus Fawait, Rabu (9/9/2026).
Imbauan serupa juga ditujukan kepada sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, termasuk madrasah. Sekolah diminta menerapkan pembelajaran secara daring atau PJJ selama kebijakan tersebut berlangsung.
"Mengimbau agar sekolah di bawah naungan Kementerian Agama melakukan pembelajaran secara online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," ujarnya.
Gus Fawait menjelaskan, PJJ akan diberlakukan mulai 10 hingga 12 September 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM selama distribusi belum kembali normal.
"Pembelajaran secara online dan/atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai dengan 12 September 2026," tegasnya.
Baca juga: Tolak Utang Rp786,5 Miliar, Fraksi PDIP Jember Pilih Tak Masuk Ruang Paripurna KUA-PPAS 2027
Setelah pasokan BBM kembali normal, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan kembali dilaksanakan seperti biasa.
"Kami terus berupaya agar suplai BBM di Jember kembali normal dalam waktu secepatnya," tandas Gus Fawait.
Editor : Fatih