KLIKJATIM.Com l Pasuruan - Kurang maksimalnya check point di wilayah Pasuruan jadi sorotan pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan. Checkpoint ini disebut mubazir. Karena beberapa kali anggota dewan mengetahui di posko nyaris tidak ada petugas jaga.
Baca juga: Misteri Jasad di Blega Terungkap: Ternyata Tangan Dingin Anak Tiri yang Mengakhiri Nyawa Ibunya
Saifullah Damanhuri anggota Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan mengaku heran di pos penjagaan Check Point disejumlah titik nyaris tidak ada petugas. "Silahkan saja cek sendiri di pos Check Point pagi, siang atau pun sore," kata Saifullah dalam rapat Pansus bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/5/2020) malam.
[irp]
Politis PPP ini menduga lemahnya pengawasan jadi pemicu lengahnya petugas jaga. Selain itu, ia juga mempertanyakan standar penyemprotan desifiktan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan. "Apakah ada ada standar penyemprotan desifiktan komposisinya seperti apa, biar kami tahu. Apabila penyemprotan desifiktan dilakukan ngawor sangat membahayakan," jelasnya.
Sementara itu, Agus Hari Wibawa Kadishub Kabupaten Pasuruan menampik tudingan anggota Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan kurang maksimal. "Setiap hari ada petugas, dan dibagi menjadi tiga shift. Tidak mungkin kalau di posko screening tidak ada petugas," ucapnya.
Baca juga: Remaja 13 Tahun Jadi Korban Asusila, Dua Pelaku Diamankan Polres Pasuruan
[irp]
Ada 7 posko yang tersebar di beberapa titik diantaranya exit tol Pandaan, Purwodadi, Poslantas Gempol, Arteri Gempol, Exit tol Grati dan arteri Sedarum.
Baca juga: Sengketa Lahan Desa Belun, BPN Bojonegoro Tegaskan Keabsahan Sertifikat Ahli Waris
Dijelaskan dia, bagi pemudik langsung dihentikan petugas dan diperiksa kesehatannya. Protokol Covid-19 dijalankan sebagaimana mestinya. (bro)
Editor : Redaksi