KLIKJATIM.Com l Pasuruan - Kurang maksimalnya check point di wilayah Pasuruan jadi sorotan pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan. Checkpoint ini disebut mubazir. Karena beberapa kali anggota dewan mengetahui di posko nyaris tidak ada petugas jaga.
Baca juga: Motor Hilang Sejak Januari, Warga Sukorejo Dapat Kabar Bahagia dari Polres Pasuruan
Saifullah Damanhuri anggota Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan mengaku heran di pos penjagaan Check Point disejumlah titik nyaris tidak ada petugas. "Silahkan saja cek sendiri di pos Check Point pagi, siang atau pun sore," kata Saifullah dalam rapat Pansus bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/5/2020) malam.
[irp]
Politis PPP ini menduga lemahnya pengawasan jadi pemicu lengahnya petugas jaga. Selain itu, ia juga mempertanyakan standar penyemprotan desifiktan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan. "Apakah ada ada standar penyemprotan desifiktan komposisinya seperti apa, biar kami tahu. Apabila penyemprotan desifiktan dilakukan ngawor sangat membahayakan," jelasnya.
Sementara itu, Agus Hari Wibawa Kadishub Kabupaten Pasuruan menampik tudingan anggota Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan kurang maksimal. "Setiap hari ada petugas, dan dibagi menjadi tiga shift. Tidak mungkin kalau di posko screening tidak ada petugas," ucapnya.
Baca juga: Buronan Kasus Jambret yang Renggut Nyawa Seorang Wanita di Sidoarjo Dibekuk Polisi
[irp]
Ada 7 posko yang tersebar di beberapa titik diantaranya exit tol Pandaan, Purwodadi, Poslantas Gempol, Arteri Gempol, Exit tol Grati dan arteri Sedarum.
Baca juga: PT SGN Serahkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Puskesmas Mider Lampung Utara Lewat Program TJSL
Dijelaskan dia, bagi pemudik langsung dihentikan petugas dan diperiksa kesehatannya. Protokol Covid-19 dijalankan sebagaimana mestinya. (bro)
Editor : Redaksi