KLIKJATIM.Com | Semarang - PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) terus mendorong pengembangan desa berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu upayanya dilakukan dengan memfasilitasi kegiatan studi banding masyarakat Desa Gebugan ke Desa Wisata Lerep guna memperkuat kapasitas dalam mengelola ekowisata yang berkelanjutan.
Baca juga: Dukung Program PLTS 100 GWp, PLN dan Pemprov Bali Akselerasi Infrastruktur Energi Bersih
Kegiatan yang difasilitasi melalui PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Tengah dan DI Yogyakarta (UP2B Jateng & DIY) itu merupakan bagian dari program Pengembangan Ekowisata dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Gebugan. Desa Wisata Lerep dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat hingga meraih berbagai penghargaan tingkat nasional. Kedua desa tersebut sama-sama merupakan desa binaan PLN.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan studi banding menjadi salah satu cara efektif untuk mempercepat pengembangan desa wisata melalui pembelajaran langsung dari desa yang telah sukses.
"Kami berharap masyarakat Desa Gebugan memperoleh referensi yang aplikatif dalam mengembangkan potensi desanya. Setiap desa memiliki karakteristik berbeda, sehingga praktik-praktik baik yang dipelajari dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal Desa Gebugan," ujarnya.
Selama kegiatan, peserta mempelajari berbagai aspek pengelolaan desa wisata, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, manajemen destinasi, tata kelola kunjungan wisatawan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga strategi promosi melalui media sosial.
Baca juga: Desa Binaan PLN di Semarang Raih Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik Nasional 2026
Desa Gebugan dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai kawasan ekowisata berbasis masyarakat. Berlokasi di wilayah yang dilintasi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran–Pedan, desa tersebut telah memiliki potensi wisata berupa kolam pemancingan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik utama.
Manager PLN UP2B Jateng & DIY, Rachmat Hidayat, menegaskan bahwa program TJSL tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi desa secara mandiri.
"Melalui program TJSL ini, kami ingin mendorong Desa Gebugan mengembangkan potensi lokal secara optimal dan berkelanjutan. Benchmarking ke Desa Lerep diharapkan menjadi inspirasi sekaligus referensi nyata dalam membangun ekosistem desa wisata yang unggul dan berdaya saing," katanya.
Baca juga: PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Ketua BUMDes Margi Makmur Desa Gebugan, Margiyono, mengapresiasi dukungan PLN dalam pengembangan desa wisata. Menurutnya, pengalaman belajar di Desa Lerep memberikan banyak wawasan baru, terutama terkait pengelolaan destinasi wisata, penguatan UMKM, dan peningkatan pelayanan kepada pengunjung.
Ke depan, Desa Gebugan berencana mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, seperti kawasan kolam pemancingan, ruang terbuka hijau ramah anak, wisata seni, serta produk-produk UMKM lokal sebagai bagian dari ekosistem ekowisata desa.
Melalui program TJSL ini, PLN berharap kolaborasi dengan pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus mendorong terwujudnya pengembangan ekowisata yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Editor : Abdul Aziz Qomar