Saling Ejek Saat Live TikTok, Pelajar SMK di Jember Dikeroyok Sekelompok Pemuda

Reporter : Muhammad Hatta
Kasus dugaan pengeroyokan menimpa seorang pelajar SMK berinisial MEA (17) di kawasan Patrang, Jember.

KLIKJATIM.Com | Jember – Dipicu aksi saling ejek saat siaran langsung (live) di media sosial TikTok, seorang pelajar SMK Negeri di Jember berinisial MEA (17) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda.

Aksi penganiayaan tersebut terjadi di kawasan perumahan dekat RSD dr. Soebandi, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Sabtu (25/7/2026) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB.

Baca juga: Peringati Kudatuli 1996, PDI Perjuangan Jember Gelar Mimbar Bebas, Singgung Hasil Survei Kepuasan Pemerintah

Aksi pengeroyokan yang sempat terekam kamera pengawas (CCTV) rumah warga tersebut beredar luas di media sosial. Akibat penganiayaan tersebut, korban yang merupakan warga Kecamatan Mayang mengalami luka di bagian pelipis kanan dan sempat menjalani perawatan di RSD dr. Soebandi sebelum diperbolehkan pulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban bersama dua rekannya berboncengan sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Rombongan korban dihentikan oleh sekelompok pemuda.

Diduga kuat, perselisihan diawali saat salah satu terduga pelaku melakukan live TikTok. Korban yang masuk ke kolom siaran kemudian terlibat aksi saling tantang dan saling ejek hingga berlanjut pada pertemuan di lokasi.

Saat dihentikan, dua rekan korban berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun, MEA yang tertinggal di lokasi menjadi sasaran penganiayaan lima pemuda. Berdasarkan rekaman CCTV, korban dipukul hingga ditendang hingga jatuh tersungkur.

Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan Febrianto, membenarkan adanya laporan serta tindakan kepolisian terkait kasus dugaan pengeroyokan anak di bawah umur tersebut.

Baca juga: Wagub Jatim Dorong Kolaborasi Pemprov dan Kementerian untuk Perkembangan JFC Sebagai Wisata Internasional

"Memang benar telah terjadi penganiayaan atau pengeroyokan di daerah Patrang. Korban informasinya masih di bawah umur dan saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelapor maupun korban," ujar Ipda Alfan saat dikonfirmasi di Mapolres Jember, Senin (27/7/2026).

Ipda Alfan menjelaskan, pihak kepolisian bergerak cepat dan telah mengamankan lima orang yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan di Unit PPA Satreskrim Polres Jember.

"Alhamdulillah kami telah berhasil mengamankan lima orang. Saat ini masih kami lakukan pendalaman pemeriksaan. Informasi awal, terjadi saling ejek di media sosial antara kedua belah pihak. Untuk motif pastinya masih kami dalami," tegasnya.

Baca juga: Hadir di Puncak Acara, Menpar RI Apresiasi JFC yang Konsisten Masuk Top 10 KEN Empat Tahun Berturut-turut

Dari lima orang yang diamankan, penyidik saat ini memfokuskan pemeriksaan intensif terhadap dua orang terduga pelaku utama, yakni D (17) asal Kecamatan Mumbulsari dan R (18) warga Kecamatan Patrang.

"Untuk terduga pelaku yang menjalani pemeriksaan intensif masih dua orang, yakni D dan R. Sementara lainnya masih menjalani pemeriksaan dan statusnya masih sebagai saksi," jelas Ipda Alfan.

Pihak Satreskrim Polres Jember masih terus mendalami rekaman video yang beredar serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian guna menuntaskan proses hukum kasus pengeroyokan ini.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru