ABK KM Awu Jalani Karantina di Perairan Tanjung Perak

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Awu yang menjalani karantina mandiri di atas kapal di Perairan Tanjung Perak Surabaya. Mereka yang menjalani karantina mandiri ada sebanyak 74 orang dengan tetap berada di kapal selama 14 hari di kawasan buoy 2 dan 3.

[irp]

Baca juga: Hadiri Gala Premiere Jangan Buang Ibu, Gubernur Khofifah Tegaskan Ketahanan Keluarga Jadi Pilar Peradaban Bangsa

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono kepada wartawan di Gedung Grahadi Surabaya menjelaskan, secara umum kondisi kesehatan para ABK tersebut baik. Terlebih mereka sudah mengikuti rapid test, dan hasilnya negatif. Namun untuk kebaikan bersama, mereka tetap menjalani karantina dulu di atas kapal.

"Karantina mandiri harus dilakukan karena 16 ABK lainnya di dalam kapal tersebut hasilnya reaktif saat menjalani rapid test. Mereka saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya, untuk ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab," kata Kadishub Jatim.

[irp]

Baca juga: Khofifah Pastikan KCL Singhasari Buka Prodi Digital Law dan Advanced Cyber Security pada 2027

Dikatakan, beberapa waktu lalu kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), yaitu KM Awu yang memiliki 90 ABK sedang melakukan dok di kawasan Tanjung Perak. Terhadap 90 ABK, kata Nyono, dilakukan rapid test yang hasilnya 16 ABK reaktif dan sisanya non-reaktif.

"Sebanyak 16 ABK dibawa ke PHC dan 74 ABK lainnya tetap harus menjalani karantina di atas kapal, lagi pula kapalnya tidak bisa ditinggal begitu saja," katanya lagi.

Baca juga: Dongkrak Kompetensi SDM, Terminal Teluk Lamong Bidik Pelayanan Prima Lintas Lini Organisasi

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jatim dr Kohar Hari Santoso menyatakan bahwa saat ini KM Awu sedang proses perbaikan di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya.

"Berawal dari seorang ABK yang jatuh sakit dan ternyata terindikasi positif COVID-19. Kemudian ditindaklanjuti dengan rapid test," katanya pula. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru