Bersama 1.125 Masyarakat, Gubernur Khofifah Gelar Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon di HLH Sedunia 2026

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda Jatim dan 1.125 peserta dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi bersih sampah dan penanaman pohon di kawasan Jalan MERR.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama berbagai elemen masyarakat dan jajaran Forkopimda Jatim menggelar aksi bersih sampah dan penanaman pohon.

Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026 tingkat provinsi yang dipusatkan di kawasan Jalan MERR depan Kampus UIN Sunan Ampel (UINSA) II, Gunung Anyar, Surabaya.

Baca juga: Jawa Timur Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan, Menteri LH Apresiasi Langkah Khofifah

Agenda yang diikuti oleh sekitar 1.125 peserta ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara daring dengan kegiatan nasional yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat dari Jakarta.

Aksi lingkungan dimulai sejak pagi hari dengan membersihkan Sungai Gunung Anyar dari tumpukan sampah domestik serta gulma eceng gondok. Dalam aksi di sepanjang 1 kilometer area sungai tersebut, petugas bersama relawan berhasil mengumpulkan sebanyak 10.205,27 kilogram sampah dan tanaman liar. Setelah pembersihan, Gubernur Khofifah memimpin penanaman pohon pule setinggi enam meter sebagai simbol komitmen perluasan tutupan hijau di kawasan perkotaan.

Gaungkan Prinsip Melindungi Ekosistem Secara Menyeluruh
Usai melakukan konferensi video dengan Menteri Lingkungan Hidup dan menyerahkan fasilitas drop box sampah kepada komunitas lokal, Gubernur Khofifah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat perubahan perilaku yang nyata. Ia menegaskan bahwa gerakan menjaga alam harus dilakukan secara komprehensif melalui empat pilar utama.

"Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 harus menjadi penguat perubahan perilaku menuju Jawa Timur yang semakin hijau, bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan. Langkah promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif harus terus digaungkan dan diupayakan bersama. Ketika ada area yang siap ditanam kembali, maka langkah rehabilitatif harus segera dilakukan," tegas Khofifah.

Khofifah merinci bahwa aspek promotif diwujudkan lewat penanaman pohon masif, sedangkan preventif dimulai dari kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga. Adapun langkah kuratif ditempuh melalui aksi kerja bakti pembersihan lingkungan seperti yang dilakukan hari ini, dan langkah rehabilitatif berfokus pada pemulihan kawasan hutan atau lahan yang mengalami kerusakan ekosistem.

Baca juga: Ratusan Bikers Honda Ramaikan Vario Street Nation di Surabaya, Perkenalkan Vario 125 Street

Salah satu bukti keseriusan Jawa Timur adalah konsistensi dalam menjaga kelestarian hutan bakau. Saat ini, sekitar 51 persen luasan hutan mangrove di Pulau Jawa berada di wilayah Jawa Timur, yang terus dikampanyekan melalui penyelenggaraan Festival Mangrove selama tiga tahun terakhir.

Percepatan PSEL dan Inovasi Ketahanan Pangan di Sekolah
Selain menggerakkan aksi massa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mendorong percepatan infrastruktur pengelolaan limbah melalui pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menanggapi arahan pusat bahwa kapasitas ideal PSEL adalah 1.000 ton sampah per hari seperti di Surabaya Raya dan Malang Raya, Pemprov Jatim mengusulkan agar wilayah dengan kapasitas 500 ton per hari seperti Mataraman Raya dan Kediri Raya juga diakomodasi demi mengejar target percepatan.

Baca juga: Perekaman Data E-KTP Kota Surabaya Capai 99,68 Persen

Di sisi lain, Khofifah juga mengapresiasi transformasi budaya lingkungan di lingkungan institusi pendidikan. Melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), area belakang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur yang dulunya kumuh kini telah disulap menjadi kebun sayur, budi daya perikanan, hingga peternakan sederhana.

Pencapaian dan keseriusan Jawa Timur ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat. Dalam arahannya, Jumhur menilai integrasi pengelolaan sampah dan pelestarian mangrove di Jawa Timur sangat layak menjadi proyek percontohan nasional.

"Saya merasa tertantang untuk datang ke Jawa Timur melihat pengelolaan sampah di Jatim. Semoga pengelolaan sampah dan lingkungan di Jatim bisa menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia," tutur Jumhur Hidayat di akhir sesi dialog daring.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru