Pemkab Lamongan Usung Strategi Komprehensif dan Terintegrasi Atasi Persoalan Sampah

Reporter : Rozy
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam menangani persoalan sampah melalui strategi komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam menangani persoalan sampah melalui strategi komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah konkret ini diambil untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Lamongan.

Baca juga: Misi Rebut Juara Umum Jatim, Bupati Yes Tutup MTQ ke-28 dengan Komitmen Pembinaan Berkelanjutan

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen—mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta—dalam satu sistem yang terpadu untuk menjawab tantangan meningkatnya volume sampah di daerah tersebut.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari sumbernya. Tidak hanya di hilir, tetapi juga di hulu melalui perubahan perilaku masyarakat,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes saat ditemui di Gedung Pemkab Lamongan, Kamis (16/4).

Berdasarkan data saat ini, produksi sampah di Kabupaten Lamongan telah mencapai sekitar 550 ton per hari. Guna memaksimalkan pengelolaan volume yang besar tersebut, Pemkab telah melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta efisiensi pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk menekan beban lingkungan.

Baca juga: Darurat Kekerasan Seksual, Polres Bojonegoro Ringkus 7 Pelaku Pencabulan di 4 Lokasi Berbeda

Pemkab Lamongan juga memposisikan TPS3R di tingkat desa sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui sistem ini, sampah dipilah dan diolah sejak dari sumbernya. Hal ini tidak hanya efektif mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui program bank sampah dan konsep ekonomi sirkular.

Selain penguatan infrastruktur, edukasi masyarakat menjadi pilar utama. Pemkab secara berkelanjutan mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah rumah tangga, hingga pemanfaatan komposter untuk mendorong pola hidup ramah lingkungan.

Dalam mendukung sistem pengelolaan yang lebih modern, Pemkab Lamongan juga turut berpartisipasi dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Surabaya Raya. Program ini menjadi solusi inovatif di mana sampah tidak sekadar dibuang, melainkan dikonversi menjadi energi alternatif yang bermanfaat.

Baca juga: Protes Truk Pemicu Kecelakaan, Warga Puger Jember Ancam Blokade dan Tutup Pabrik Semen Imasco

Pak Yes menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar target pengurangan sampah dapat tercapai secara optimal.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan strategi yang terintegrasi, kami optimis persoalan sampah di Lamongan dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru