KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Bencana tanah longsor kembali terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo pada Minggu. Akibatnya enam rumah warga dengan 18 KK terdampak.
Seorang warga setempat, Wahrudin mengatakan, longsor terjadi akibat hujan deras selama hampir 3 jam yang mengguyur wilayah setempat.
Baca juga: Delapan Kali Beraksi, Komplotan Curanmor di Ponorogo Akhirnya Terungkap
"Dulu sudah longsor, ini longsor lagi. Ada ladang, ada jalan. Kalau hujan deras, warga ya mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman," katanya, Senin (6/4/2026).
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Banaran, Pulung, Sarnu membenarkan ada 6 rumah warga terdampak longsor. Paling parah menimpa rumah Sugeng Prianto dan Jamal Harsono dukuh Krajan, Banaran.
Baca juga: Hujan Semalaman Picu Longsor di Ponorogo, Jalan Tertutup dan Jembatan Hanyut
Hal itu terjadi karena saluran air yang berada di samping rumah warga terdampak tidak bisa menampung debit air sehingga tersumbat dan menggakibatkan tebing di samping rumah longsor. Adapun ukuran tebing yang longsor yakni selebar 5 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter.
"Rumah warga ada yang terancam, ada juga yang terdampak. Ada yang merusak atap rumah, dinding jebol. Warga yang terancam ada 18, sampai sekarang tidak ada yang mengungsi," jelasnya.
Baca juga: Polres Ponorogo Amankan 112 Motor Untuk Balap Liar
Menindaklanjuti bencana tersebut, Pemdes Banaran bersama warga melakukan tanggapan bencana. Yakni dengan kerja bakti serta mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan jika terjadi hujan lebat dengan durasi lama.
Editor : Wahyudi