KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik (DLH) melayangkan surat kepada ratusan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik.
Langkah tersebut diambil menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan yang masih menggunakan kemasan plastik sekali pakai.
Baca juga: Buang Limbah di Tanah Negara, DLH Gresik Periksa Perusahaan Kayu di Kecamatan Kebomas
Padahal sebelumnya Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan imbauan agar penyaluran makanan dalam program tersebut, khususnya selama Ramadan dan Idulfitri, tidak menggunakan kantong plastik. Makanan diminta ditempatkan dalam wadah yang lebih layak dan higienis agar kualitasnya tetap terjaga saat diterima oleh para penerima manfaat.
Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, mengatakan pihaknya menerima sejumlah aduan dari kepala sekolah maupun wali murid terkait penggunaan kemasan plastik dalam distribusi MBG. Selain dinilai mempengaruhi kualitas makanan, kemasan tersebut juga memicu penumpukan sampah plastik dalam jumlah besar.
“Kami mendapat aduan dari wali murid dan kepala sekolah terkait distribusi Makan Bergizi Gratis menggunakan kemasan plastik yang berdampak terhadap penumpukan sampah. Karena itu kami langsung menindaklanjutinya dengan menyurati dapur SPPG di seluruh Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Dalam surat tersebut, DLH memberikan sejumlah imbauan kepada para pengelola dapur SPPG agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam pendistribusian makanan. Mereka juga diminta beralih menggunakan kemasan yang lebih sehat serta ramah lingkungan.
Baca juga: Sampah di TPST Ngipik Kabupaten Gresik Disulap Jadi Bahan Bakar Pengganti Batubara di Pabrik Semen
“Kami mengimbau agar mereka mengganti kemasan plastik dengan wadah yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” tegas Subaidah.
Selain mengirimkan surat, DLH Gresik juga berencana memanggil seluruh pengelola dapur SPPG untuk memberikan edukasi mengenai pengurangan penggunaan plastik serta pengelolaan limbah dapur, baik limbah organik maupun nonorganik.
Saat ini tercatat ada 105 dapur SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Gresik. DLH telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Gresik, untuk mengundang para pengelola dapur tersebut dalam kegiatan sosialisasi.
Baca juga: Dinding Tugu Gapura Perbatasan Gresik-Surabaya Rusak, DLH Pemkab Gresik Mulai Lakukan Perbaikan
“Rencananya kami akan mengundang mereka dan memberikan edukasi terkait penggunaan kemasan plastik serta pengelolaan limbah dapur,” jelasnya.
Subaidah menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk peran aktif pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional agar dapat berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah harus hadir untuk mengawal program pemerintah pusat agar pelaksanaannya berjalan baik dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama para penerima program,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar