KLIKJATIM.Com | Sampang - Mayat seorang nelayan jenis kelamin laki-laki yang hilang saat mencari ikan sejak hari Jumat (27/2) ditemukan oleh dua anak muda pada pagi Minggu (1/3) sekitar pukul 05.30 WIB di pesisir pantai Dusun Dung Gadung, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengkonfirmasi bahwa korban adalah Andi Yuswandi (37), warga Dusun Pesisir, Desa Sepuluh, Kecamatan Sepuluh, yang bekerja sebagai nelayan.
Baca juga: Isu Pelaporan Kyai Dipastikan Hoaks, Puluhan Alumni Ponpes Datangi Kantor Muhammadiyah di Sampang
"Korban terakhir terlihat pada hari Kamis (26/2) sekitar pukul 22.00 WIB saat pulang dari melaut, kemudian kembali keluar sendiri untuk mencari ikan dengan cara menjaring sekitar pukul 01.20 WIB hari Jumat (27/2) dan tidak pernah kembali. Keluarga kemudian melaporkan hilangnya korban ke Polsek Sepuluh," terangnya, Minggu (1/3/2026).
Setelah laporan diterima, pada hari Sabtu (28/2) sekitar pukul 08.00 WIB, tim pencarian yang terdiri dari Team SAR Sumenep, BPBD Bangkalan, Poskamladu Arosbaya, Polairud Bangkalan, dan PMII Bangkalan melakukan upaya pencarian hingga pukul 15.00 WIB dan melanjutkannya ke hari berikutnya.
Baca juga: PT Garam Tegaskan Aksi AMPAS Salah Sasaran, Persoalan Sewa Lahan Bukan Kewenangan PGO Camplong
Kronologis penemuan menyatakan bahwa dua saksi, yaitu Afdan Amirul Abror (16) dan Rivandi (17), sedang berangkat ke laut untuk mengambil jaring dan seketika menemukan mayat yang sudah kaku terbaring di pinggir pantai. Keduanya kemudian memberitahu kakek Afdan, Sahri, yang selanjutnya menghubungi Kepala Dusun Mohammad Rido untuk melaporkan kejadian ke Polsek Banyuates.
"Kondisi mayat saat ditemukan hampir seluruh tubuh sudah melepuh dan kebiruan, dengan mulut terbuka serta sudah mulai mengeluarkan bau busuk," jelasnya
Baca juga: Senggolan Motor, Tiga Warga Sampang Terlibat Duel Pakai Celurit
Berdasarkan analisis awal, diperkirakan korban terjatuh dan tidak dapat berenang hingga tenggelam, kemudian terseret arus laut hingga terdampar di lokasi penemuan.
Dalam catatan khusus, keluarga korban meminta agar mayat segera dibawa pulang ke rumah duka dan tidak dibawa ke rumah sakit atau puskesmas mengingat kondisi fisik korban. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan penolakan otopsi serta menyatakan tidak akan melakukan tuntutan kepada siapapun, mengakui kejadian sebagai musibah.
Editor : Wahyudi