PCNU Surabaya Anggap PSBB Belum Berhasil

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya—PCNU Kota Surabaya menilai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Surabaya belum berhasil. Sebab, masih banyak warga yang berkeliaran di jalan raya.

“Buktinya di jalan raya masih rame dibandingkan sebelum pelaksanaan PSBB. Itu artinya dari segi masyarakatnya sendiri yang kurang taat atau mungkin tidak betah berada di rumah,” kata Ketua PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri saat acara refleksi 10 hari PSBB di kantor PCNU Surabaya.

Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026

Selain kurang sadarnya masyarakat akan bahaya yang mengancam, dirinya menegaskan, itu juga bisa disebabkan karena faktor kurang tegasnya tim keamanan untuk menindak masyarakat secara tegas bagi yang melanggar. “Akhirnya masyarakatnya menyepelekan. Jadi ke depanya ada tindakan yang lebih tegas, bukan berarti meneror masyarakat tapi ini untuk kebaikan masyarakat juga,” tegasnya.

[irp]

Sementara terkait kepedulian terhadap warga yang terdampak Covid-19, PCNU Kota Surabaya menggelar Lumbung Ketahanan Pangan, dengan tema “Gerakan Suroboyo Wareg Berkah”.

“Jangan sampai di bulan puasa ini ada saudara – saudara kita yang tidak bisa makan akibat dampak Covid-19 ini apagi dengan diberlakukanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” ungkap Muhibbin.

Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg

Dia menjelaskan, ada 3 hal yang akan dilakukan dalam progam lumbung pangan ketahanan PCNU ini. Pertama, memberikan makan dan sekaligus menggerakan perekonomian di bawah dengan cara membuat dapur umum.

“Tapi jangan dibayangkan dapur umum kayak tentara ya. Jadi kita nanti akan menggerakan ibu – ibu muslimah yang berada dikampung – kampung untuk masak yang kemudian akan diantar ke tetangga yang sudah kita data,” ujarnya.

[irp]

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Tahap yang ke 2 lanjutnya, dengan mengadakan pasar murah, namun dengan cara membagikan voucher kepada masyarakat yang terdampak dan nanti dapat dibelanjakan di warung – warung meracang saja.

“yang ke tiga akan membagikan sembako kepada warga yang berada di perkampungan. Semoga dengan adanya bantuan yang kami berikan dapat membuat ketenangan masyarakat dalam menghadapi Covid-19 ini,” pungkasnya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru