KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Ancaman tanah longsor kembali menghantui warga di bantaran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Karangwaru, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Fluktuasi debit air sungai yang ekstrem memicu pengikisan tebing hingga menyebabkan tanah amblas dan mengancam keselamatan permukiman warga pada Senin (26/1).
Merespons kondisi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro langsung terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Berdasarkan data di lapangan, kondisi tanah di bibir sungai kini menjadi sangat labil akibat perubahan ketinggian air yang signifikan dalam waktu singkat.
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menjelaskan bahwa longsoran ini memiliki dampak yang sangat krusial karena posisi bangunan warga yang kini berada tepat di bibir tebing.
“Longsoran terjadi di tepi Bengawan Solo akibat perubahan debit air sungai. Kondisi ini mengancam beberapa rumah warga yang berada sangat dekat dengan tebing. Secara teknis, kondisi bangunan sangat mengkhawatirkan karena tidak lagi memiliki jarak aman,” tegas Heru Wicaksi, Selasa (27/1).
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
Tercatat sebanyak tujuh rumah warga terdampak langsung oleh bencana ini. Lima di antaranya, yakni milik Rasmadi, Rumini, Sudirman, Nurkalim, dan Suwarno, berada dalam posisi paling kritis dengan jarak nol meter dari bibir tebing. Sementara dua rumah lainnya milik Anim Suroto dan Sutamah hanya menyisakan jarak aman sekitar 3,5 meter.
Khawatir akan adanya longsor susulan yang bisa merobohkan bangunan sewaktu-waktu, dua kepala keluarga memutuskan untuk mengungsi. Rasmadi memilih mengungsi secara mandiri ke lahan pribadi, sedangkan Sudirman menempati hunian sementara di area Balai Desa Sarirejo. Lima warga lainnya hingga kini masih bertahan dengan kewaspadaan penuh.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
BPBD Bojonegoro telah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako kepada para keluarga terdampak sebagai langkah awal penanganan darurat. Heru juga menginstruksikan Pemerintah Desa Sarirejo untuk segera bersurat kepada Bupati Bojonegoro, Dinas PU SDA, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mendapatkan penanganan permanen seperti pembangunan tanggul penahan tanah.
Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, Satpol PP Kecamatan Balen, dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan intensif di lokasi guna mengantisipasi pergerakan tanah lebih lanjut yang dapat membahayakan nyawa warga.
Editor : Fatih