Kali Lamong Meluap, Rendam 9 Desa di Gresik Selatan, Ratusan Rumah Terdampak

Reporter : Rozy
Salah satu pemukiman warga di Kecamatan Benjeng, Gresik terendam air luapan Kali Lamong

KLIKJATIM.Com | Gresik  - Banjir akibat luapan Kali Lamong kembali merendam sejumlah wilayah di Gresik Selatan. Hingga Senin (12/1), tercatat sembilan desa terdampak dengan ketinggian genangan air mencapai sekitar 30 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik masih memberlakukan status siaga. Hal ini dilakukan menyusul potensi tambahan debit air kiriman dari wilayah hulu, khususnya Lamongan dan Mojokerto.

Baca juga: Pisah Sambut Kapolres Gresik, Bupati Apresiasi Dedikasi AKBP Rovan dan Sambut Kapolres Ramadhan

Kepala BPBD Gresik, Sukardi, mengatakan sembilan desa tersebut tersebar di dua kecamatan. Lima desa berada di Kecamatan Benjeng, sementara empat desa lainnya berada di Kecamatan Cerme.

“Sekitar 410 rumah warga terendam banjir dengan tinggi air rata-rata 30 sentimeter,” kata Sukardi.

Baca juga: Ratusan ASN Pemkab Gresik Diberhentikan Sepanjang 2025

Selain permukiman, luapan Kali Lamong juga berdampak pada sektor pertanian. Sebanyak 240 hektare lahan sawah dan 71 hektare tambak dilaporkan tergenang air. BPBD mencatat, peningkatan debit air di daerah aliran sungai Kali Lamong telah terjadi sejak akhir pekan lalu.

Meski genangan di Kecamatan Benjeng mulai surut, kondisi berbeda justru terjadi di wilayah Cerme. “Luapan cenderung meningkat di Kecamatan Cerme, terutama di Desa Morowudi yang saat ini menjadi salah satu titik terparah,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Gresik Beri Penghargaan kepada 26 Pelaku Seni dan Ekonomi Kreatif

Sukardi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, BPBD telah menyiapkan posko darurat serta perahu karet guna mengantisipasi kemungkinan situasi darurat.

“Kami tetap menetapkan status siaga dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru