BRIDA dan ITS Telusuri Akar Banjir Sumenep, DPRD Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Reporter : Hendra
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep yang berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam melakukan penelitian terkait banjir di Sumenep

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Hairul Anwar, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep yang berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam melakukan penelitian terkait banjir yang kerap melanda wilayah Sumenep.


Menurut Hairul, inisiatif tersebut merupakan langkah strategis untuk menemukan jawaban ilmiah mengenai penyebab utama terjadinya banjir yang hingga kini belum sepenuhnya terurai.

Baca juga: Kades Pragaan Daya Sumenep Ditangkap, Diduga Korupsi ADD


“Riset ini sangat penting karena selama ini kita hanya berspekulasi. Dengan pendekatan ilmiah, kita bisa mengetahui akar masalah yang sebenarnya,” ujar Hairul, Rabu (12/11) pagi. 


Politikus dari PAN itu juga menegaskan, agar hasil penelitian tidak sebatas formalitas, perlu adanya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.


“Permasalahan banjir di Sumenep tidak sederhana. Ini persoalan yang sudah berlangsung lama, bahkan sejak masa penjajahan. Karena itu, setiap data dan fakta di lapangan harus digali secara komprehensif,” jelasnya.


Hairul berharap, riset tersebut nantinya menjadi pijakan penting dalam perumusan kebijakan penanganan banjir jangka panjang, bukan sekadar penanggulangan sesaat.


“Hasil riset ini semestinya menjadi dasar rekomendasi kebijakan agar persoalan banjir tahunan tidak lagi menghantui warga Sumenep, sekaligus menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya,” tambahnya.


Sebelumnya, BRIDA Sumenep bersama tim peneliti dari ITS Surabaya telah memulai kajian komprehensif mengenai pola dan karakteristik banjir perkotaan di Sumenep. 

Baca juga: Bank BRI Sumenep Didemo PMII UNIJA, Dugaan Kredit SK Pensiun Dipersoalkan


Penelitian yang diketuai oleh Ardy Maulidy Navastara, tersebut dijadwalkan berlangsung selama 90 hari hingga akhir November 2025.


Kajian ini menitikberatkan pada lima kawasan yang rawan genangan air, meliputi:


1. Kawasan perkotaan, termasuk Perumahan BSA, Perumahan Satelit, dan ruas jalan utama seperti Jalan Sumoharjo, Agus Salim, Trunojoyo, Dr. Cipto, serta Didik Setia Budi.


2. Desa Patean, Kecamatan Batuan.

Baca juga: Benda Diduga Torpedo Mengapung di Pesisir Kangean Sumenep, Polisi Sterilkan Lokasi


3. Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi.


4. Desa Sendir, Kecamatan Lenteng.


5. Desa Muangan, Kecamatan Saronggi.


Melalui riset tersebut, diharapkan lahir rekomendasi konkret untuk penanganan banjir berbasis data ilmiah dan menjadi solusi permanen atas persoalan klasik yang setiap tahun menghantui masyarakat Sumenep.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru