KLIKJATIM.Com | Gresik – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik melalui Komisi Ukhwah dan Hubungan Antar Lembaga menggelar Ngopi Bareng Ulama dan Tokoh Masyarakat dengan tema “Merawat Ukhwah, Merajut Kebersamaan agar Gresik Tetap Kondusif”.
Acara berlangsung di Kantor MUI Gresik pada Selasa (2/9/2025) sebagai respons atas dinamika sosial terkini di masyarakat.
Baca juga: Musda V MUI Gresik: KH Rofiq Terpilih sebagai Ketua Umum MUI Gresik 2024-2029
Ketua Umum MUI Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
“MUI punya tugas Himayatuddin (menjaga agama), Himayatud Daulah (menjaga negara), dan Himayatul Umat (menjaga umat). Kita semua punya tanggung jawab menjaga kesatuan bangsa dan negara, karena ini menyangkut masa depan umat,” ujarnya.
Kiai Rofiq menambahkan, kebersamaan antar ormas Islam adalah panggilan nurani demi kemaslahatan masyarakat. “Ayok, yaopo carane Gresik iki tetep sejuk lan damai,” pesannya.
Baca juga: Fatwa MUI: Golput Haram
Ketua PCNU Gresik, Dr. KH. Mulyadi, M.M., juga menekankan pentingnya komunikasi antarelemen bangsa. “Alhamdulillah, komunikasi dengan Forkopimda dan masyarakat terjalin baik, sehingga Gresik tetap kondusif. Kebersamaan adalah cita-cita kita, sementara perpecahan dibenci semua umat,” tegasnya.
Baca juga: Target Retribusi Selalu Tak Terpenuhi, Dewan Minta Evaluasi Total Pengelolaan Parkir Tepi Jalan Umum di GresikSenada, Ketua PD Muhammadiyah Gresik, KH. M. Thoha Ma’sum, menyampaikan keprihatinan atas kondisi bangsa. Menurutnya, ulama dan tokoh masyarakat harus hadir mendampingi serta memberi contoh agar warga tetap tenang. “Tugas kita adalah merawat, mendampingi, dan mengedukasi warga agar suasana tetap tenteram,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Gresik, KH. Abdul Muis Zuhry, mengingatkan bahaya hoaks dan fenomena post-truth di era digital. “Fenomena ini bisa menggiring kebencian dan menimbulkan kehancuran. Yang bisa membentengi masyarakat hanyalah persatuan para ulama, sebagaimana semangat resolusi jihad KH. Hasyim Asy’ari,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri jajaran Dewan Pertimbangan MUI Gresik, para pengurus harian, serta pimpinan ormas Islam dan pengasuh pesantren di Gresik. Kehadiran mereka meneguhkan komitmen bersama untuk merawat ukhuwah, menjaga persatuan, dan memastikan Gresik tetap aman, damai, serta kondusif.
Sebagai bentuk ajakan menjaga persatuan, MUI Gresik juga meluncurkan twibbon “JAGA KOTA WALI” yang dapat diakses masyarakat melalui tautan https://twibbo.nz/jagakotawali. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar