KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meluncurkan aplikasi e-Bakul sebagai inovasi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Launching berlangsung di Pendopo Malowopati dengan tema “Bekerja Cerdas, Ekonomi Lokal Tancap Gas, Makin Berkualitas”, Kamis (28/8/2025).
Melalui aplikasi ini, seluruh ASN diwajibkan mengalokasikan 10 persen dari tunjangan penghasilan pegawai (TPP) untuk berbelanja di gerai atau usaha mikro lokal, seperti toko kelontong, konter pulsa/listrik, PKL jasa transportasi, hingga UMKM lain.
Baca juga: Lapas Bojonegoro Gandeng BNNK Tuban, Deklarasi Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, e-Bakul lahir untuk memperkuat kemandirian ekonomi, menarik minat anak muda berwirausaha, sekaligus menyiapkan pedagang kecil menghadapi era serba digital. “Langkah ini bermanfaat agar perputaran ekonomi daerah makin kuat. ASN harus aktif belanja di usaha kecil agar mereka bisa naik kelas,” tegasnya.
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Desa Inspiratif Berkat Program Pemberdayaan MasyarakatSenada, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menambahkan, setiap transaksi ASN wajib disertai nota dan diinput ke aplikasi e-Bakul. “Dengan cara ini, pendapatan ASN juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil. Belanja ASN adalah dorongan nyata untuk kenaikan ekonomi lokal,” ujarnya.
Baca juga: Distribusi LPG di Bojonegoro Capai 38 Ribu Tabung per Hari, Pasokan Diklaim Aman
Kabag Organisasi Setda Pemkab Bojonegoro, Dyah Enggarini, menjelaskan e-Bakul terintegrasi dengan sistem e-TPP ASN. Saat ini ada 4.681 ASN penerima TPP yang terlibat, terdiri dari 2.158 PNS dan 2.523 PPPK (di luar guru dan tenaga kesehatan). “Jika dijalankan konsisten, perputaran ekonomi bisa mencapai Rp2,5 miliar per bulan. Pada tahap awal, 25 pelaku usaha mikro sudah bergabung,” ungkapnya.
Baca juga: Sopir Mengantuk, Truk Provit Hantam Trailer Parkir di Bojonegoro
E-Bakul diharapkan menjadi tonggak baru perubahan pola belanja ASN, sekaligus penggerak pertumbuhan usaha kecil dan pengurangan angka kemiskinan di Bojonegoro. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar