KLIKJATIM.Com | Gresik– Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, meninjau langsung kondisi banjir di Gresik Utara dan mendesak percepatan pembangunan tanggul permanen oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kunjungan ini dilakukan di tengah terus meluasnya luapan Sungai Bengawan Solo yang merendam permukiman dan akses jalan warga di beberapa kecamatan.
Dalam kunjungannya, Syahrul Munir tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menyoroti penanganan banjir yang kerap terjadi. Ia menekankan pentingnya usulan kembali kepada BBWS untuk segera membangun tanggul.
Baca juga: Semen Gresik Raih Top Brand Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen Tetap Kuat
"Untuk jangka panjang, perlu diusulkan ulang ke BBWS agar segera ada pembangunan tanggul untuk banjir bertahun-tahun di lokasi ini," tegas Syahrul, Rabu 21 Mei 2025.
Ia berharap tanggul ini menjadi solusi permanen bagi masyarakat yang saban tahun menjadi langganan banjir.
Selain itu, Syahrul juga menyoroti minimnya partisipasi petani dalam program asuransi pertanian.
"Edukasi ke petani-petani sekitar area terdampak banjir, karena rata-rata tidak mengikuti program asuransi," ujarnya.
Ia pun meminta Dinas Pertanian segera memikirkan bantuan bibit padi bagi petani yang terdampak.
Dalam upaya mitigasi jangka pendek, Syahrul mengusulkan pemberian bantuan perahu dan tenda darurat bagi masyarakat yang sering menjadi korban banjir. Ia juga mengkritik belum optimalnya mitigasi kebencanaan di Gresik Utara.
"Mitigasi kebencanaan belum optimal, sehingga masyarakat kaget ketika sungai meluap, padahal status kesiagaan seharusnya sudah diketahui lebih dulu," kritiknya.
Ia berharap sistem peringatan dini dan informasi kesiagaan bencana dapat ditingkatkan. Meski demikian, Syahrul Munir mengapresiasi kekompakan masyarakat Gresik Utara.
"Bersyukur karena masyarakatnya kompak, sehingga ketika ada bencana bisa dimitigasi dengan cepat," pungkasnya.

Baca juga: DPRD Gresik Raih Penghargaan JDIH, Bukti Komitmen pada Transparansi Informasi HukumBanjir Bengawan Solo Terus Meluas, BPBD Gresik Pantau Kenaikan Debit Air
Di sisi lain, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gresik, Driatmiko Herlambang, melaporkan bahwa banjir luapan Sungai Bengawan Solo masih terus meluas di sejumlah wilayah.
Baca juga: BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
Berdasarkan laporan terkini pada Rabu, 21 Mei 2025, ketinggian air masih menunjukkan tren kenaikan, mengakibatkan genangan di permukiman warga dan akses jalan.
"Banjir ini mulai terjadi pada Minggu, 18 Mei 2025, pukul 10.00 WIB, menyusul kenaikan debit air Sungai Bengawan Solo yang signifikan," terang Miko.
Beberapa wilayah yang terdampak meliputi:
1. Kecamatan Bungah:
Desa Bungah: Jalan Penghubung Desa (JPD) tergenang 20-80 cm, jalan lingkungan 10-20 cm. Sekitar 200 rumah terdampak (10-20 cm), 45 hektar persawahan terendam, dan 2 warung tergenang.
Desa Sukowati: JPD tergenang 10-30 cm, 2 rumah tergenang (5 cm).
Desa Mojopuro Wetan: Jalan lingkungan 15-20 cm. 12 rumah tergenang (5-15 cm), 1 musholla, dan 3 tempat usaha terdampak.
Baca juga: Residivis di Panceng Gresik Ditangkap Edarkan Sabu, Polisi Ungkap Uangnya Berasal dari Judi Online
2. Kecamatan Dukun:
Desa Madumulyorejo: Jalan lingkungan tergenang 10-20 cm, 10 rumah tergenang (10-40 cm).
3. Kecamatan Manyar:
Desa Sembayat: 7 rumah tergenang (10-30 cm).
Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir ini.
Tim BPBD Gresik, yang terdiri dari Abdul Nizae, Aliffian Vicky Firmansyah, dan Nailul Mubarok, terus memantau perkembangan banjir dan ketinggian muka air (TMA) Bengawan Solo. Meskipun cuaca di lokasi terpantau cerah berawan, kondisi terkini menunjukkan tren kenaikan banjir masih berlanjut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar