KLIKJATIM.Com | Surabaya - Setelah melakukan penutupan Jl Darmo selama dua pekan untuk menerapkan phisycal distancing, Polda Jatim akan membuka ruas jalan terpadat di Kota Surabaya tersebut. Sebagai gantinya Jl Pandegiling akan diterapkan pola serupa dengan penutupan jalan. Untuk Jl Tunjungan, polisi masih akan melakukan penutupan sampai ada evaluasi lanjutan.
[irp]
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudho Wisnu Andiko menjelaskan, pihaknya bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim akan membuka Jalan Raya Darmo, Surabaya, mulai pekan ini. Ruas jalan utama tersebut tidak lagi dijadikan kawasan physical distancing. Sebelumnya, Polda Jatim bersama gugus tugas memberlakukan kawasan physical distancing di Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan selama dua pekan. Itu terhitung mulai 1 April hingga 14 Apri.
"Namun sebagai gantinya, ruas Jl Pandegiling yang akan ditutup sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona," kata Kabid Humas Polda Jatim.
Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global
Dikatakan, pembukaan Jl Darmo untuk lalu lintas kendaraan sudah melalui tahapan evaluasi. Itu juga didasarkan analisis intelijen, jalur physical distancing kami alihkan di Jalan Pandegiling. Sementara jalur Tunjungan sangat efektif diberlakukan kawasan tertib physical distancing. Mengingat banyak titik yang sering dipakai keramaian atau kerumunan.
[irp]
Baca juga: Wujudkan Green Port Berbasis Riset, Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Kebun Raya Purwodadi
"Pembukaan dan pengalihan itu diterapkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Seperti sebaran orang yang positif corona, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP)," jelas Kombes Trunoyudho.
Sementara penutupan Jl Pandegiling karena ada beberapa tempat yang menjadi sentra berkerumunnya orang. Pihaknya selalu melakukan kegiatan patroli di sana agar lebih efektif. Namun untuk kepastian penutupan Jl Pandigiling, pihaknya masih akan dibahas kembali bersama forkopimda dan gugus tugas penanganan Covid-19 dalam waktu dekat. "Kami menunggu hasil evaluasi dan koordinasi dari Polrestabes Surabaya, dengan fork opimda di tingkat kota," tegasnya. (hen)
Editor : Redaksi