KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebagian program Corporate Social Responsibility Smelting diarahkan untuk mengeliminasi atau menyembuhkan pasien Tuberkulosis (TB).
Sebanyak 250 pasien penderita Tuberculosis (TB) didampingi melalui Program Peduli TB. Sementara tahun 2023 yang awalnya ditarget 200 orang pasien TB ternyata mampu menjangkau 236 pasien TB.
Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI
"Ini membuktikan program Peduli TB ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya di Kabupaten Gresik. Target terus nail dari awal 2020 yang hanya 30 pasien, kemudian naik 100 pasien di tahun 2021, serta 150 pasien di 2022. Alhamdulillah upaya yang kami lakukan dengan intervensi pasien TB dirasakan manfaatnya bagi penderita TB di Gresik," kata Indra SW Junor, GA Manager PT Smelting dalam paparannya pada CSR Expo 2023 di Gresmall, Jumat (1/12/2023).
Dikatakan dalam melaksanakan Program Peduli TB, saat ini melibatkam 10 Puskesmas di Gresik, , Yayasan Human Initiative (HI) Cabang Jawa Timur, Dinas Kesehatan, dan Dinas KBPA.
Di tahun keempat ini, Program Peduli TB, CSR PT Smelting menambah dua puskesmas sebagai perluasan sasaran program yaitu Puskesmas Sembayat dan Gending. Total Puskesmas yang dibantu untuk menangani TB adalah 10 puskesmas dengan total penerima manfaat sebanyak 200 pasien.
Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia
Dijelaskan, penyakit TB merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, PT Smelting telah menginisiasi untuk mensupport eliminasi TB bekerjasama dengan Human Initiative.
Seperti di tahun sebelumnya, program yang akan digulirkan untuk eliminasi TB dengan lima program. Di antaranya, pemberian makanan tambahan yang sehat dan bergizi, renovasi ventilasi rumah untuk penderita TB yang kurang memenuhi syarat kesehatan, pengkapasitasan kader TB melalui pelatihan dan pengembangan ekonomi yang bersifat sirkular serta pemberian beasiswa untuk putra-putri pasien TB yang terpilih.
"Lima program itu nantinya akan diterapkan lagi di tahun ke empat ini. Semoga hal-hal ini menjadi semangat baru khususnya bagi stakeholder yang ada di Kabupaten Gresik untuk mendukung penanggulangan TB di Kabupaten Gresik hingga tercapainya eliminasi TB tahun 2028,” ujar Indra SW Junor.
Indra Junor berharap penerima manfaat tersebut akan menjadi corong untuk menyebarluaskan informasi terkait TB.
"Kami berharap banyak masyarakat penderita tidak lagi malu atau menutup diri untuk menginformasikan dan berobat ke puskesmas terdekat, sehingga TB ini akan bisa segera diatasi,” paparnya. (qom)
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi