Kesenjangan Kualitas Sekolah Masih Tinggi, SMP di Tengah Kota Gresik Diserbu Pendaftar

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Anggota DPR RI Komisi X dapil Gresik - Lamongan Zainuddin Maliki dalam sebuah diskusi mengenai pendidikan di Gresik (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kesenjangan kualitas sekolah di Kabupaten Gresik dinilai masih tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPR RI Komisi X (Pendidikan, Pariwisata, Kebudayaan) dari Dapil Gresik-Lamongan Zainuddin Maliki dalam sebuah kesempatan di Bulan Ramadhan kemarin.

Zainuddin Maliki menyebut, ibarat lampu, kualitas sekolah di pusat kota sangat baik, namun semakin ke pinggir, semakin menurun kualitasnya.

Baca juga: 25 Tahun Belum Tuntas, Warga Graha Bunder Asri Gresik Desak Penyerahan PSU Segera Diselesaikan

"Jadi pendidikan di Indonesia itu, tak terkecuali di Gresik, semakin ke (daerah) pinggiran kualitasnya semakin kurang baik. Seperti lampu, terang di tengah, semakin jauh ya semakin gelap," ujar Zainuddin, Senin (17/04/2023).

Apa yang diucapkan Zainuddin seperti terkonfirmasi dalam fenomena Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Gresik yang sedang berlangsung saat ini.

Seperti terlihat pendaftaran di SMP Negeri 1 Gresik yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Gresik.

Pendaftar PPDB di SMP favorit tersebut membludak saat verifikasi piagam jalur prestasi.

Sejak pagi kemarin (19/06/2023), terlihat sekolah tersebut dipenuhi para wali murid dan para siswa.

Belum sampai setengah hari saja yang melakukan verifikasi berkas sudah mencapai 243 siswa. Dengan delapan berkas dikembalikan karena kurang lengkap. 

"Kemungkinan masih akan bertambah. Karena kemarin yang melakukan verifikasi piagam jumlahnya lebih banyak. Belum lagi siswa dengan jalur prestasi nilai rapor," tutur Kepala SMPN 1 Gresik Bery Avita Prasetya.

Bery mengatakan sekolah sampai menyediakan empat ruangan untuk memfasilitasi para wali murid agar proses verifikasi berkas lebih lancar.

“Ini wali murid mengisi ceklist dulu berkasnya sudah lengkap atau belum. Nanti kemudian dilakukan verifikasi ke sistem. Kemudian muncul nomor pendaftaran,” imbuh dia.

Terpisah, Ketua Tim PPDB Dinas Pendidikan Pemkab Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan, pada verifikasi piagam kemarin tercatat ada 346 siswa. Sehingga pihaknya menyadari apabila sekolah-sekolah favorit masih menjadi jujukan pilihan pertama.

Baca juga: Serahkan SK PNS dan Perpanjangan PPPK, Bupati Gresik Tekankan Integritas ASN

“Setiap sekolah ada 10 siswa dengan nilai rapor tertinggi bisa mendaftar jalur prestasi. Namun tidak semua kesemptan itu digunakan di SMPN 1 Gresik,” ucapnya.

Baca juga: Dinas Pendidikan Gresik Akan Buka Pusat Pelayanan Informasi Publik

Herawan menyebut, para siswa memiliki tiga pilihan sekolah untuk setiap jalur. Sehingga apabila tidak diterima di pilihan pertama, bisa diterima dipilihan kedua atau ketiga. Mengingat, setiap sekolah memiliki pagu 30 persen prestasi dari total pagu PPDB.

"Paling banyak di SMP 1 dengan pagu prestasi sebanyak 96 siswa," ujar dia.

Selain jalur prestasi, siswa dengan jalur tahfidz kebanyakan juga mendaftar ke SMPN 1 Gresik. Tercatat ada 73 siswa tahfidz yang sudah mengikuti uji petik pada 15 Juni kemarin.

“Ini memang persaingannya ketat. Yang diterima lewat jalur prestasi di SMPN 1 hanya 96 tapi yang mendaftar ratusan. Tapi masih banyak sekolah yang bagus juga di Gresik,” jelas dia.

Baca juga: Ratusan Pebasket Ramaikan Turnamen 3 on 3 Gressmall, Gresik Punya Lapangan Standar Internasional

Herawan menyebut jalur prestasi ini dibuka sampai 24 Juni. Para siswa juga harus melakukan verifikasi pendaftaran ke sekolah tujuan. Hal itu dilakukan untuk mencocokan berkas dan mendapatkan nomor pendaftaran.

Perlu diketahui, jalur prestasi ini nantinya menggunakan sistem pemeringkatan. Prestasi siswa yang masuk dilakukan penghitungan nilai akhir oleh sistem PPDB Dispendik.

Perhitungan nilai akhir itu yakni 60 persen (nilai rapor + akreditasi sekolah) + 40 persen x piagam. Dari perhitungan itu kemudian dilakukan pemeringkatan dengan nilai akhir tertinggi.

Selain itu, untuk piagam sendiri juga memiliki nilai yang berbeda-beda. Tergantung piagam yang dimiliki siswa berasal dari tingkat kejuaran daerah atau nasional. Sehingga persaingan di SMPN 1 Gresik masih sangat ketat.

“Pendaftaran jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan ini sampai 24 Juni. Begitu juga verifikasi pendaftaran,” pungkas Herawan. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru