klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Program ESDM Dipertanyakan, 5 Motor Listrik Konversi Pemkab Jember Diduga Mangkrak dan Tak Terawat

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
TERBENGKALAI: Kondisi beberapa unit motor listrik hasil konversi milik Pemkab Jember yang tampak berdebu dan terparkir di area kantor pemerintahan tanpa pemanfaatan yang jelas. (Ist)
TERBENGKALAI: Kondisi beberapa unit motor listrik hasil konversi milik Pemkab Jember yang tampak berdebu dan terparkir di area kantor pemerintahan tanpa pemanfaatan yang jelas. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Jember – Program konversi kendaraan listrik yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bagi kendaraan dinas di Kabupaten Jember kini menjadi sorotan. Sebanyak lima unit sepeda motor milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember hasil konversi dilaporkan dalam kondisi terbengkalai, kotor, dan diduga mangkrak di area kantor Pemkab.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait keberlanjutan transisi energi di tingkat daerah, mengingat kendaraan-kendaraan berpelat merah tersebut seharusnya menjadi percontohan penggunaan energi ramah lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, pihak SMK Negeri 2 Jember yang ditunjuk sebagai bengkel pelaksana konversi pada tahun 2023 lalu akhirnya buka suara. Koordinator Program Konversi Motor Listrik SMKN 2 Jember, Imron Annur Rahman, menegaskan bahwa posisi sekolah hanya sebatas pelaksana teknis pemasangan komponen.

“Kami hanya sebagai bengkel pelaksana. Awalnya surat datang dari ESDM ke Pemerintah Daerah, lalu motor diserahkan ke ESDM untuk dikonversi, dan kami yang mengerjakan. Setelah selesai, unit diserahkan kembali kepada Pemkab melalui kementerian terkait,” jelas Imron saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (30/4/2026).

Imron merinci, ada 15 unit motor dinas yang dikonversi di SMKN 2 Jember, meliputi jenis Yamaha Jupiter Z, Honda Supra X 125, hingga Supra X Helm In. Seluruh komponen mulai dari baterai, kontroler, hingga motor listrik Brushless DC (BLDC) disediakan langsung dalam paket lengkap oleh BBSP KEBTKE di bawah Ditjen EBTKE Kementerian ESDM.

Meskipun proses konversi dilakukan dengan sistem plug and play, pemanfaatan pascakonversi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemkab Jember. Imron menduga, belum optimalnya penggunaan motor-motor tersebut disebabkan oleh minimnya koordinasi terkait pemeliharaan.

“Sebenarnya perawatan bisa dilakukan di sini, tapi untuk klaim garansi tetap harus melalui ESDM. Kemungkinan belum ada komunikasi lanjutan dari Pemkab terkait kendala teknis yang dihadapi di lapangan,” tambahnya.

Senada dengan Imron, Ketua Program Keahlian Otomotif SMKN 2 Jember, Sunarto, menyatakan pihaknya akan segera berinisiatif menjembatani persoalan ini agar aset negara tersebut tidak terus terbengkalai.

“Kami akan mencoba berkomunikasi dengan Pemkab, kemudian menjembatani untuk berkirim surat ke ESDM agar ada solusi penanganan lebih lanjut,” tutur Sunarto.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Jember belum memberikan penjelasan resmi mengenai status dan rencana optimalisasi lima kendaraan tersebut. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember, Yuliana Harimurti, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat WhatsApp, belum memberikan jawaban.

Mangkraknya aset hasil konversi gratis ini tentu menjadi catatan merah bagi implementasi transisi energi di daerah, yang sejatinya bertujuan untuk mengurangi emisi karbon di sektor transportasi. 

Editor :