KLIKJATIM.Com | Surabaya — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan energi sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Upaya ini dilakukan melalui evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala, termasuk optimalisasi penggunaan QR Code dalam program Subsidi Tepat.
Pada Rabu (29/4), Pertamina menerima aspirasi dari kelompok sopir truk terkait penerapan barcode atau QR Code. Dalam pertemuan tersebut, para sopir menyampaikan sejumlah kendala teknis di lapangan serta harapan agar kebijakan ini tidak menghambat aktivitas distribusi barang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pemutakhiran data menjadi langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kendaraan yang berhak. Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari program pemerintah agar distribusi Biosolar dan Pertalite lebih tepat sasaran, sementara Pertamina bertindak sebagai pelaksana penyaluran.
Menurut Ahad, penyampaian aspirasi dari para sopir merupakan bentuk kepedulian pelanggan. Pertamina memandang hal tersebut secara positif dan berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan guna meningkatkan kualitas layanan.
Terkait kendala QR Code, sistem secara berkala memantau data kendaraan dan pola transaksi di SPBU. Sistem juga mampu mendeteksi anomali, seperti pengisian berulang dalam waktu singkat atau di lokasi berbeda, yang berpotensi mengindikasikan penyalahgunaan. Kondisi tersebut memerlukan proses verifikasi ulang agar distribusi tetap tepat sasaran.
Untuk membantu pelanggan, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh Jawa Timur. Layanan ini ditujukan untuk mempercepat proses verifikasi dan mengaktifkan kembali QR Code yang mengalami kendala.
Data terbaru mencatat, sebanyak 119 kendaraan telah melakukan pendaftaran ulang. Dari jumlah tersebut, 87 kendaraan atau 73,1 persen berhasil mengaktifkan kembali QR Code, sementara 32 kendaraan atau 26,9 persen masih terkendala. Permasalahan yang dihadapi antara lain nomor polisi belum terdaftar, QR Code terhapus, serta perlunya pembaruan data kendaraan.
Pertamina mengimbau masyarakat yang datanya belum aktif agar segera melakukan pendaftaran ulang dengan data yang sesuai. Proses ini dirancang sederhana agar masyarakat tetap dapat mengakses BBM subsidi dengan lancar dan aman.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pertamina tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan distribusi energi yang lebih adil dan tepat sasaran.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses laman https://subsiditepat.mypertamina.id atau menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Editor : Abdul Aziz Qomar