KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur memastikan ketersediaan bahan pangan meski pemerintah memutuskan untuk melarang masyarakat beraktifitas di luar rumah. Kepastian itu diwujudkan dengan kesiapsiagaan Perum Bulog dengan melakukan pengiriman sampai di rumah konsumen.
[irp]
Baca juga: Sengketa Lahan Desa Belun, BPN Bojonegoro Tegaskan Keabsahan Sertifikat Ahli Waris
Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Khozin kepada wartawan di Gudang Bulog, Buduran Sidoarjo menjelaskan, pihaknya sudah bekerjasama dengan salahsatu aplikator dan wesbite ipanganan.com. Layanan virtual ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pemesanan sejumlah kebutuhan pokok, terutama beras
"ipanganan,com ini adalah situs belanja online atau online shop milik Perum Bulog yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan secara online yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat. Tidak hanya di DKI Jakarta, ipangan.com ini juga ada di Jawa Timur, Semarang, Bandung, Yogjakarta, Medan dan Sulawesi Selatan," kata Khozin.
[irp]
Ditambahkan, pihaknya saling mengisi di tujuh cabang tersebut. Jika ada produk Jatim yang tidak diproduksi oleh DKI Jakarta, maka akan disuplai ke Jakarta. Seperti beras bumbu dan beras merah, begitu juga sebaliknya. Ada beberapa jenis beras dari Jakarta yang juga disuplai ke Jatim.
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
Disebutkan, saat ini ada sekitar 17 jenis beras yang dijual, mulai dari beras medium hingga premium. Selain itu, juga ada beras fortivikasi, yaitu beras yang sudah diberi tambahan vitamin. Beras ini sangat cocok untuk mengatasi kasus sunting atau kurang gizi karena telah dicampur dengan kermil. "Beras ini anyak pesanan untuk bantuan sosial di Malang dan Tulungagung karena sangat cocok untuk mengatasi kasus kurang gizi," ujar Khozin.
[irp]
Terkait pasokan, ia mengatakan cukup aman. Di jatim ada sekitar 411 ribu ton beras medium. "Jadi tidak khawatir karena stok cukup hingga lebaran dan sampai dengan musim panen. Di sini juga ada packaging. Jika ada order langsung diantarkan ke tempatnya," tegas Khozin.
Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Ruas Protokol Bojonegoro Terendam Banjir
Disisi lain, untuk mengatasi kelangkaan gula, Bulog telah melakukan operasi pasar gula bekerjasama dengan dua kelurahan, salah satunya di Banjar Kemantren Sidoarjo dengan harga Rp 10.500 per Kilogram
"Kami akan layani, kami kirim ke sana dan mereka dijual Rp 10.500 dengan jamin tidak ada kerumunan warga, antisipasi jangan sampai terjadi penyebaran virus Corona," kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim. (fan/hen)
Editor : Redaksi