KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Bawaslu Kabupaten Tulungagung menilai potensi kemunculan berita bohong atau hoaks di Pemilu 2024 masih ada, sebab berita hoaks kerap kali dimunculkan dengan tujuan tertentu, termasuk untuk mengacaukan peta politik yang sedang terjadi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulungagung, Fayakun mengatakan, jika berkaca pada Pilkada 2018 di Kabupaten Tulungagung yang lalu, maka potensi munculnya kabar bohong di Pemilu 2024 mendatang masih ada.
Baca juga: Bawaslu Tulungagung Temukan Data Ganda Internal dan Eksternal Bacaleg
"Tahun sebelumnya 2018, kita kan juga pernah memproses kasus hoaks di Tulungagung," ujarnya kepada wartawan, pada Senin (25/07/2022).
Pada Pilkada 2018 yang lalu, Bawaslu telah menyelesaikan beredarnya kasus hoaks di Kabupaten Tulungagung, pihaknya mengambil sikap tegas dengan memproses dan memanggil sejumlah saksi yang diduga ada kaitannya dengan hoaks tersebut.
"Kita panggil saksinya, kita panggil orang orang yang terlibat hingga atasannya orang orang ini, karena mereka bagian dari institusi," jelasnya.
Baca juga: Bawaslu Tulungagung Tunggu Jawaban Pemkab, Soal Usulan Anggaran Pengawasan Pilkada 2024
Fayakun menjelaskan, kini untuk mengantisipasi hal serupa terulang kembali, pihaknya melakukan upaya sosialisasi dengan menggandeng insan media, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya, guna mengantisipasi muncul dan menyebarnya hoaks selama Pemilu 2024 mendatang.
"Kita undang adik adik mahasiswa, kita juga undang PWI dan AJI, serta organisasi lainnya," jelas Fayakun.
Pasca sosialisasi, pihaknya kemudian melakukan penandatanganan kerjasama antara Bawaslu dan organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Tulungagung, kerjasama ini dilakukan untuk mengajak mahasiswa berpartisipasi dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu, termasuk melaporkan ketika ada hoaks yang beredar.
Baca juga: Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Tulungagung, Bupati Ajak Wartawan Bersama Sama Membangun Bangsa
"Kita ajak mereka ini untuk bersama sama menjadi pihak yang ikut memantau Pemilu, melaporkan jika ada kecurangan, termasuk hoaks," pungkasnya.(mkr)
Editor : Iman